Pengikut

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2015

Ucapan "Sayidina" Pada acara Muktamar Muhammadiyah




Pada acara Muktamar Muhammadiyah di Makasar terjadi keanehan yang
membuat kita Isykal (penuh tanda tanya). Pasalnya mereka
memperdebatkan MC yang mengucapkan lafadz "SAYYIDINA MUHAMMAD", bahkan
beberapa tokoh saat diwawancarai jawabannya kurang memuaskan,
nampaknya mereka tidak terbiasa mengucapkan penghormatan pada Kanjeng
Nabi.
Saya ingin menjelaskan kebolehan mengucapkan lafadz "Sayyidina" pada
Nabi Muhammad SAW, berikut selengkapnya :
Pertama kita harus tau apa arti kalimat Sayyid, dijelaskan dalam kitab
"Ghoytsus Sahabah" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Ba'atiyah hal. 39,
dijelaskan bahwa:
"Kata Sayyid jika dimaknai secara mutlak, maka yang dimaksud adalah
Allah. Akan tetapi jika dikehendaki makna lain maka bisa bermakna:
1. Orang yang diikuti di kaumnya.
2. Orang yang banyak pengikutnya.
3. Orang yang mulia di antara relasinya."
Sementara pada hal. 37 disebutkan:
"Orang yang memimpin selainnya dengan berbagai kegiatan dan
menunjukkan tinggi pangkatnya".
Sedangkan di dalam Kitab "Ghoyatul Muna" hal. 32, Sayyidi Syeikh
Muhammad Ba'atiyah menyebutkan: "Sayyid ialah orang yang memimpin
kaumnya / banyak pengikutnya."
Dan masih banyak lagi makna lainnya, dari sini kita mulai bisa
mengerti makna beberapa Hadits yang ada lafadz Sayyid, misalnya:
-ﺍﻧﻬﻤﺎ ﺳﻴﺪﺍ ﺷﺒﺎﺏ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ
"Hasan dan Husein adalah pemimpin pemuda Ahli Surga"
-ﺍﻧﺎ ﺳﻴﺪ ﻭﻟﺪ ﺍﺩﻡ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻭﻻ ﻓﺨﺮ
"Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat"
-ﺍﻧﺎ ﺳﻴﺪ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
"Aku adalah pemimpin alam"
-ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ; ﻗﻮﻣﻮﺍ ﺍﻟﻰ ﺳﻴﺪﻛﻢ
Pada hadits ini Khottobi berkomentar tidak apa-apa mengatakan Sayyid
untuk memuliakan seseorang, akan tetapi makruh jika dikatakan pada
orang tercela.
Sementara dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dalam catatan
kaki halaman 4 nomer 2, dikatakan bahwa: "Memutlakkan kata Sayyid pada
selain Allah itu boleh".
Dalam kitab Roddul Mukhtar diterangkan: "Disunnahkan mengucapkan
Sayyid karna Ziyadah Ikhbar Waqi' itu menunjukkan tatakrama dan itu
lebih baik dari meninggalkannya".
Lalu selanjutnya jika mereka para Muktamirin bertendensi dengan dua
hadits yaitu:
1. ﻻ ﺗﺴﻴﺪﻭﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ
2. ﺍﻧﻤﺎ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﺍﻟﻠﻪ
Maka saya akan menjawab dari kitab "Ghoyatul Muna" karya Sayyidi
Syeikh Muhammad Ba'atiyah dijelaskan pada hal. 32:
"Adapun hadits yang mengatakan "Jangan kau men-sayyid-kan aku dalam
Shalat", Hadits ini adalah Hadits yang tidak sah matan dan sanadnya,
adapun matannya gugur menurut Ahli Hadits, sementara matannya lafadz
ﺗﺴﻴﺪﻧﻲ itu tidak benar secara Nahwu karena yang benar lafadznya ﻻ
ﺗﺴﻮﺩﻭﻧﻲ sedangkan Rasulullah SAW adalah paling fasihnya orang orang
Arab."
Sementara dalam Kitab "Maqosid Hasanah" hal. 463 dikatakan:
"Hadits ini merupakan Hadits Maudlu' (palsu), itu tanggapan Al-Hafidz
As-Sakhowi bahwa hadits ini tidak ada asal usulnya. Dan salah dalam
lafadznya."
Sementara Hadits yang kedua akan saya jawab dari kitab "Zadul Labib"
karya Sayyidi Syeikh Muhammad Ba'atiyah juz. 1 hal. 9:
"Adapun Hadits yang diriwayatkan dari Abu Dawud dan Ahmad dari Hadits
Nabi SAW ﺍﻧﻤﺎ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﺍﻟﻠﻪ yang dimaksud Siyadah disini adalah Siyadah
secara mutlak, maka fahamilah dan diteliti betul".
Jika anda masih mempertanyakan mengapa dalam Shalawat Ibrahimiyah pada
Tahiyyat ditambah Sayyidina dan pada Tasyahhud tidak ada Sayyidina?
Saya jawab: Mengatakan Sayyidina ini bertujuan memuliakan beliau. Dan
perlu diingat memuliakan dan tatakrama itu lebih baik dari pada
mengikuti perintah seperti Sayyidina Ali yang enggan menghapus kalimat
"Rasulullah" dan berkata: "Aku tak akan menghapusmu selamanya".
Pada saat itu Rasulullah tidak menyalahkan Sayyidina Ali. Begitu juga
Hadits Dlohhak dati Ibnu Abbas, bahwa dulu orang menyebut "Ya
Muhammad", "Ya Abal Qosim", lalu Allah melarang demi memuliakan
beliau.
Sementara jika yang anda permasalahkan dari ayatالله الصمد ; اي بمعنى
سيد maka jawaban saya dari Kitab "Ibanatul Ahkam" juz 1 hal. 346:
"Bahwa kalimat Sayyid itu memiliki dua makna: Yang pertama tiada
satupun yang mengungguli, dialah yang dituju manusia dalam segala
hajat dan keinginan mereka.Sementara makna kedua yaitu yg tidak
memiliki pencernaan yang mana ia tidak makan dan tidak minum".
Sementara dalam Syahadat, Ulama dalam memberikan penghormatan beragam
dan jika tidak ada kata Sayyid-nya pastilah ada kata pujian lain pada
kata sebelum dan sesudahnya, itu terbukti setelah kata Muhammad dalam
Syahadat ada kata pemuluaannya yaitu gelar "Utusan Allah", disanding
dengan lafadz Allah yang sekaligus pencipta alam semesta. Bukankah
Allah tidak akan menyandingkan namanya kecuali dengan kekasihnya?
Dalam Kaidah Fiqih sangat mashur sekali "مراعة الأدب خير من الإتباع".
"Menjaga tatakrama lebih utama dari ittiba' (melaksanakan perintah)".
Sekian dari kami dan kami mohon maaf sebelumnya.

Minggu, 02 Agustus 2015

Presiden Ini dengan Bangga Memakai Tasbih Sebagai Kalungnya

HEGEMONI
Dari kemarin banyak teman teman di SosMed yang meng elu elukan Presiden Turki Erdogan.
Saya disini mau posting Presiden Chechnya saja, biar beda.. heu heu... Beliau juga tak kalah menarik perhatian lho...
Beberapa hari yang lalu dan bahkan beberapa kali, beliau mengunjungi Kerajaan Saudi Arabia.
Yang membuat saya salut adalah, disaat bertemu dengan Putra Mahkota, Muhammad bin Salman, beliau berpakaian kayak bukan Presiden
Disaat berpakaian ihram, beliau tetap dengan PEDE nya tak menanggalkan kalung tasbih kesayangannya yang ada sesuatunya yang mirip "jimat"... Kalau rakyat biasa jangan coba2 tawaf dengan kalungan atau gelangan semisal itu.... kena NAHI mungkar lu !! 
Kemudian disaat beliau di ajak masuk ke Ka'bah, beliau milih berpakaian warna biru, yakni seragam milik pekerja kebersihan Masjidil Haram dan sekalian PEGANG SAPU... heu heu
Duuhh ajibb dah pokoknya
Dalam hal ini Presiden Turki kalah gan  beliau juga beberapa hari yang lalu berkunjung ke Saudi Arabia..... duhh resmi banget
Silahkan lihat gambar2nya berikut:
Peace !!
‪#‎IslamGarisTauhid‬ ‪#‎NoPencitraan #Islam
Laporan dari
Baba Naheel ID

Lihat fotonya di bawah :




Ramzan Akhmadovich Kadyrov, Presiden Republik Chechnya saat ini adalah seorang negarawan sejati yang senantiasa mengikuti Sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam. Usianya baru 38 tahun tetapi pemikirannya sangat brilian. Kurang dari 10 tahun beliau memimpin Chechnya menjadi negara dengan tingkat pembangunan yang membuat takjub dunia. Negara yang sebelumnya hancur porak-poranda karena perang kini disulap menjadi negeri yang indah, bersih dan rapih.

Ayahnya, Akhmad Kadyrov adalah seorang ulama sekaligus Mufti Pejuang Chechnya pada masa perang, yang kemudian dilantik menjadi Presiden Republik Chechnya yang pertama, dua masa jabatan sebelum beliau. Keluarga Kadyrov adalah keluarga yang disegani oleh masyarakat Chechnya dan pemerintah Rusia.

Diantara keistimewaannya Presiden Ramzan adalah lisan beliau tidak pernah berhenti membaca shalawat dan memerintahkan kepada segenap aparatur pemerintah dan warganya untuk melazimkan shalawat. Beliau juga mewajibkan polisi dan tentaranya untuk shalat Shubuh dan Isya berjamaah di masjid. Jika shalat Jum’at tiba, beliau akan shalat di shaf ketiga, tidak mau maju ke depan karena hormat kepada para Habaib dan Ulama yang mengisi shaf pertama dan kedua.

Oleh: Sayyidil Habib Sholeh bin Muhammad Al-Jufri Surakarta dengan beberapa tambahan/ FP Pesan Cinta Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri. Foto: Sayyidil Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri bersama Presiden Ramzan Akhmadovich Kadyrov.

Kamis, 30 Juli 2015

Mengenal ASWAJA (Ahlisunnah wal jamaah) bersama Habib Alwi

Oleh :  Habib Alwi Ba'alawy "karawang"
TENTANG  ASWAJA


{AHLISSUNNAH WAL-JAMA’AH}
( F.RZ.073.72 )
Asal usul ASWAJA
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : "إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي". (رواه الترمذي)
وهو صحيح ومتواتر (فيض القدير, ج 2, ص 21)
Dari Abdullah bin Amr RA, bekata: "Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya umat Bani Isra'il terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan yang akan selamat." Para sahabat bertanya: "Siapa satu golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Golongan yang mengikuti ajaranku dan ajaran sahabatku.“ (HR. Al-Tirmidzi)
قَالَ اِبْنُ عَبَّاسٍ t فيِ قَوْلِهِ تَعَالىَ: يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ (سورة: آل عمران:106), فَأَمَّا الَّذِيْنَ ابْيَضَّتْ وُجُوْهُهُمْ فَأَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ وَأُولُو الْعِلْمِ, وَأَمَّا الَّذِيْنَ اسْوَدَّتْ وُجُوْهُهُمْ فَأَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ وَأُولُو الْعِلْمِ, وَأَمَّا الَّذِيْنَ اسْوَدَّتْ وُجُوْهُهُمْ فَأَهْلُ الْبِدْعَةِ وَالضَّلَالَةِ.(شرح اصول الاعتقاد اهل السنة والجماعة, ج2 ص92)
Ibn Abbas t berkata ketika menafsirkan firman Allah: “Pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.” (QS. Ali Imran: 106). “adapun orang-orang yang wajahnya putih berseri adalah pengikut ahlussunnah wal-jama’ah dan orang-orang yang berilmu. Sedangkan orang-orang yang wajahnya hitam muram, adalah pengikut bid’ah dan kesesatan.” (Syarh Ushul I’tiqd Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah, Juz 2, hal.92)
Makna Ahlussunnah Wal-Jama’ah
Ahlun bermakna:
1.Keluarga (اَهْلُ الْبَيْت, keluarga dalam rumah tangga)
2.Pengikut (اَهْلُ  السُّنَّة, pengikut sunnah)
3.Penduduk (اَهْلُ الْجَنَّةِ, penduduk surga)
Makna: al-Sunnah
السُّنَّةُ لُغَةً الطَّرِيْقَةُ وَلَوْ غَيْرَ مَرْضِيَّةٍ، وَشَرْعًا اِسْمٌ لِلطَّرِيْقَةِ الْمَرْضِيَّةِ الْمَسْلُوكَةِ فِي الدِّيْنِ سَلَكَهَا رَسُوُلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسلم أَوْ غَيْرُهُ مِمَّنْ هُوَ عَلَمٌ فِي الدِّيْنِ كَالصَّحَابَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ، لِقَوله صَلَّى اللهُ عّلَيْهِ وَسَلَّم: عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ َبَعْدِي، وَعُرْفًا مَا وَاظَبَ عَلَيْهِ مُقْتَدًى نَبِيًا كَانَ أَوْ وَلِيًّا، وَالسُّنِّيُّ مَنْسُوْبٌ إِلَى السُّنَّةِ اهـ (حَضَرَةُ الشَّيْخِ مُحَمَّد هَاشِمْ أَشْعَرِي، رسالة أهل السنة والجماعة ص/5).
Makna al-Sunnah
a.Menurut bahasa: Jejak dan langkah
b.Secara syar’i: Jejak yang diridhai Allah SWT dan menjadi pijakan dalam agama, yang pernah ditempuh oleh Rasulullah SAW atau orang yang menjadi panutan dalam agama seperti sahabat
c.Secara ‘urfi (tradisi): Ajaran yang dilalui oleh seorang panutan dalam agama, seperti nabi atau wali.
(Risalah Ahl al-Sunnah Wal al-Jama’ah hal.5)
Makna: al-Jama’ah Menurut Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani
وَالْـجَمَاعَةُ مَا اتَّفَقَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ فىِ خِلَافَةِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ
(الغنية لطالبي طريق الحق, 80/1)
Al-Jama’ah adalah segala sesuatu yang telah menjadi kesepakatan para sahabat Nabi r pada masa Khulafaur Rasyidin yang empat, yang telah diberi hidayah oleh Allah SWT (Mudah-mudahan Allah memberi Rahmat kepada mereka semua). (al-Gunyah li Thalibi Thariq al-haqq, juz 1 hal. 80)
Makna: al-Jama’ah
Makna al-Jama’ah: menjaga kekompakan, kebersamaan dan kolektifitas, kebalikan dari kata al-furqah (golongan yang berpecah belah).
Dikatakan al-jama’ah, karena golongan ini selalu memelihara kekompakan, kebersamaan dan kolektifitas terhadap sesama. Meskipun terjadi perbedaan pandangan di kalangan sesama mereka, perbedaan tersebut tidak sampai mengkafirkan, membid’ahkan dan memfasikkan orang yang berbeda diantara sesama ahlussunnah wal jamaah.
Mengikuti Ijma’ Ulama
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ لَا يَجْمَعُ أُمَّتِيْ عَلَى ضَلاَلَةٍ، وَيَدُ اللهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ، وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلىَ النَّارِ
رواه الترمذي (2167) والحاكم (1/115)، وهو صحيح بطرقه وشواهده.
TRADISI MASYARAKAT INDONESIA
TAHLIL dan SELAMATAN TUJUH HARI
AL-QUR’AN MENGANJURKAN BERDO’A UNTUK ORANG YANG TELAH WAFAT
SEKALIGUS MENJELASKAN BAHWA UKHUWAH ISLAMIYAH TIDAK TERPUTUS KARENA KEMATIAN
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  [الحشر/10]
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo'a, "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan orang-orang yang wafat mendahului kami  dengan membawa iman. Dan janganlah Engkau memberikan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.“ (QS. Al-Hasyr: 10)
PAHALA SEDEKAH SAMPAI PADA ORANG YANG TELAH WAFAT
عَنْ عاَ ئِشَةَ أَنَّ رَجُلاً أَ تَى النَّبِيَّ صَلَّى الله عليه وسلِّم فَقَالَ , يَا رَسُولَ الله إِنَّ اُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُـهَا وَلَمْ تُوصِ وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ اَفَلَهَا اَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ (رواه مسلم, 1672 )
"Dari 'Aisyah-radhiyallahu 'anha, "Seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW, "Ibu saya meninggal dunia secara mendadak dan tidak sempat berwasiat. Saya menduga jika ia dapat berwasiat, tentu ia akan berwasiat untuk bersedekah. Apakah ia akan mendapat pahala jika saya bersedekah atas namanya? "Nabi SAW menjawab, "Ya"." (HR. Muslim, [1672])
SEDEKAH BISA BERUPA DZIKIR ATAU TAHLIL
عَنْ أَبِى ذَرٍّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ rقَالُوا للنَّبِيِّ صلى الله عليه وسـلم يَارَسُـولَ الله ذَهَبَ أَهْلُ الدُّ ثُّورِ باْلأُجُوْرِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَ يَتَصَدَّ قُونَ بِفُضَولِ أَمْوَا لِهِمْ قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً  وَكُلِّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً (رواه مسلم, 1674).
"Dari Abu Dzarr t, ada beberapa sahabat bertanya kepada Nabi r, "Ya Rasulullah, orang-orang yang kaya bisa (beruntung) mendapatkan banyak pahala. (Padahal) mereka shalat seperti kami shalat. Mereka berpuasa seperti kami berpuasa. Mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka. Nabi r menjawab, "Bukankah Allah I telah menyediakan untukmu sesuatu yang dapat kamu sedekahkan? Sesungguhnya setiap satu tasbih (yang kamu baca) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan setiap bacaan La ilaaha Illallah adalah sedekah." (HR. Muslim,[1674]).
SELAMATAN TUJUH HARI KEMATIAN
عَنْ سُفْيَانَ قَالَ طَاوُوْسُ إِنَّ الْمَوْتَى يُفْتَنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا فَكَانُوا يَسْتَحِبُّوْنَ أَنْ يُّطْعَمَ عَنْهُمْ تِلْكَ الْاَيَّامَ. (رواه الإمام أحمد في كتاب الزهد, الحاوي للفتاوى, 2/178)
“Dari Sufyan, berkata, “Imam Thawus berkata, “sesungguhnya orang yang meninggal akan diuji di dalam kubur selama tujuh hari, oleh karena itu mereka (kaum salaf) menganjurkan bersedekah makanan yang pahalanya untuk keluarga yang meninggal selama tujuh hari tersebut.” (HR. al-Imam Ahmad dalam kitab al-Zuhud, al-Hawii Lilfataawi juz 2, hal. 178)
Sebagian Tradisi Memberi
Makan Kepada Penta’ziah
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ اْلإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ, وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لاَ تَعْرِف
(صحيح البخاري, رقم 11)
Dari Abdullah bin Amr RA, ada seorang laki-laki bertanya pada Nabi SAW, “Perbuatan apakah yang paling baik di dalam ajaran orang islam?” Rasulullah SAW menjawab, “menyuguhkan makanan dan mengucapkan salam, baik kepada orang yang engkau kenal atau tidak” (HR. al-Bukhari)
Sunnah saling bersedekah makanan
عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ (رواه مسلم:4785)
“Dari Abi Dzarr RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak kuah, maka perbanyaklah airnya, dan bagi-bagikanlah kepada tetanggamu.” (Shahih Muslim, 4785)
قَالَ شَيْخُنَا الْعَارِفُ الشَّعْرَاوِي: كَانَ التَّابِعُوْنَ يُرْسِلُوْنَ الْهَدِيَّةَ لِأَخِيْهِمْ وَيَقُوْلُوْنَ نَعْلَمُ غِنَاكَ عَنْ مِثْلِ هَذَا وَإِنَّمَا أَرْسَلْنَا ذَلِكَ لِتَعْلَمَ أَنَّكَ مِنَّا عَلَى بَالٍ (المناوى، فيض القدير،  ج 3 ص273)
“Syaikh kami al-Arif al-Sya’rawi menyatakan bahwa para tabi’in memiliki kebiasaan memberikan hadiah kepada saudara-saudaranya. Mereka berkata, “Kami tahu bahwa engkau tidak membutuhkan benda yang kami berikan ini. tapi kami memberikannya kepadamu agar kamu tahu bahwa kami masih peduli dan menganggapmu sebagai sahabat.” (Faidh al-Qadir, juz III, hal 272)
Sayyidina Umar  RA memerintahkan agar menyuguhkan makanan kepada penta’ziahnya
وَعَنِ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ: حِيْنَ طُعِنَ عُمَرُ أَمَرَ صُهَيْبًا أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثَلَاثًا, وَأَمَرَ بِأَنْ يَجْعَلَ لِلنَاسِ طَعَامًا, (ذكر الحافظ ابن حجر في كتابه "المطالب العالية في زوائد المسانيد الثمانية" (1/199), وقال إسناده حسن )
Dari al-Ahnaf bin Qais dia berkata: ketika sayyidina Umar RA menjelang wafat (karena ditikam dengan pisau oleh Abu lu’lu’ah al-Majusi) beliau menugas Suhaib untuk melaksanakan shalat dengan orang banyak tiga kali dan memerintahkan agar menyuguhkan makanan untuk mereka. (dinukil oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab al-Mathalib al-’Aliyah, Juz I, hal. 199, dengan sanad yang hasan)
MENGANTAR JENAZAH DENGAN MEMBACA TAHLIL
عن ابن عمر رضي الله عنه, قَالَ لَمْ نَكُنْ نَسْمَعُ مِنْ رَسُوْلِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, وَهُوَ يَمْشِي خَلْفَ الْجَنَازَةِ, إِلَّا قَوْلُ: لَا إِلَهَ إِلَّا الله, مُبْدِيًّا, وَرَاجِعًا. أخرجه ابن عدى في الكامل. (نصب الراية في تخريج أحاديث الهداية, 2/ 212)
Ibn Umar RA berkata, “Tidak pernah terdengar dari Rasulullah SAW ketika mengantarkan jenazah kecuali ucapan: La Ilaaha Illallah, pada waktu berangkat dan pulangnya” (HR. Ibnu ‘Adi)
TALQIN MAYYIT
وَأَخْرَجَ الطَّبَرَانِيُّ فِي الْكَبِيْرِ وَابْنُ مَنْدَةَ عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ قَالَ: "إِذَا مَاتَ أَحَدٌ مِنْ إِخْوَانِكُمْ, فَسَوَّيْتُمِ التُّرَابَ عَلَى قَبْرِهِ, فَلْيَقُمْ أَحَدُكُمْ عَلَى رَأْسِ قَبْرِهِ, ثُمَّ لِيَقُلْ: يَا فُلاَن َبِنْ فَلاَنَةْ, فَإِنَّهُ يَسْمَعُهُ وَلاَ يُجِيْبُ, ثُمَّ يَقُوْلُ: يَا فُلاَنَ بِنْ فَلاَنَةَ, فَإِنَّهُ يَسْتَوِي قَاعِدًا, ثُمَّ يَقُوْلُ: يَا فُلاَنَ بِنْ فُلاَنَةَ, فَإِنَّهُ يَقُوْلُ: أَرْشِدْنَا رَحِمَكَ اللهُ, وَلَكِنْ لاَ تَشْعُرُوْنَ, فَلْيَقُلْ: اُذْكُرْ مَا خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا شَهَادَةُ اللهِ أَنْ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, وَأَنَّكَ رَضِيْتَ بِاللهِ رَبًّا, وَبِاْلاِسْلاَمَ دِيْنًا, وَبِمُمَحَمَّدٍ نَبِيَّا, وَبِالْقُرْآنَ إِمَامًا, فَإِنَّ مُنْكَرًا وَنَكِيْرًا يَأْخُذُ وَاحِدٌ مِنْهُمَا بِيَدِ صَاحِبِهِ, وَيَقُوْلُ: انْطَلِقْ بِنَا مَا نَقْعُدُ عِنْدَ مَنْ قَدْ لُقِّنَ حُجَّتُهُ, فَيَكُوْنُ اللهُ حَجِيْجَهُ دُوْنَهُمَا", فَقَالَ رَجُلٌ: يَارَسُوْلَ اللهِ, فَإِنْ لَمْ يَعْرِفْ أُمَّهُ؟ قَالَ: فَيَنْسُبُهُ اِلَى حَوَّاءَ, يَا فُلاَنَ بِنْ حَوَّاءَ". (الشيخ محمد بن عبد الوهاب النجدي, أحكام تمني الموت ص 19)
“Al-Thabrani telah meriwayatkan dalam Al-Muj’am al-Kabir dan Ibn Mandah, dari Abu Umamah dari Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang saudaramu meninggal dunia, lalu kalian meratakan tanah di atas makamnya, maka hendaklah salah seorang kamu berdiri di bagian kepalanya dan katakanlah, “Wahai fulan bin fulanah”, maka sesungguhnya ia mendengar tapi tidak menjawab panggilan itu. Kemudian katakan, “Wahai fulan bin fulanah”, maka ia akan duduk dengan sempurna. Kemudian katakan, “Wahai fulan bin fulanah”, maka sesungguhnya ia berkata, “Berilah kami petunjuk, semoga Allah mengasihimu”, tetapi kalian tidak merasakannya. Lalu katakan, “Ingatlah janji yang kamu pegang ketika keluar dari dunia, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, bahwa Muhammad utusan Allah, bahwa kamu rela menerima Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, Muhammad sebagai Nabi dan Al Qur’an sebagai pemimpin.” Maka pada saat itu, Malaikat Munkar dan nakir akan saling berpegangan tangan dan berkata, “Mari kita pergi. Kita tidak duduk di samping orang yang telah dituntun jawabannya.” Nantinya Allah akan memberikan jawaban terhadap  kedua malaikat itu.” Seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, jika Ibu mayit itu tidak diketahui?” Beliau menjawab, “Nisbatkan kepada Hawwa, “Wahai fulan bin hawwa”. (Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab Al-Najdi, Ahkam Tamanni Al-Maut, hal 19)
ZIARAH KUBUR
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا (رواه ومسلم، رقم 594)
“Rasulullah SAW bersabda: aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah” (HR. Muslim [594])
 
قَالَ اِبْنُ حَزَمٍ اِنَّ زِيَارَةَ الْقُبُوْرِ وَاجِبَةٌ وَلَوْ مَرَّةً وَاحِدَةً فِى الْعُمْرِ لِوُرُوْدِ اْلاَمْرِ بِهِ (العسقلانى، فتح البارى، ج 3 ص 188)
Kata Ibn Hazm wajib ziarah kubur walaupun sekali seumur hidup, karena adanya perintah tentang hal itu .( fathul bari juz 3 hal 188)
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَال زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ (رواه مسلم رقم 2304)
“Dari Abi Hurairah, berkata bahwa Rasulullah SAW berziarah ke pesarean ibundanya dan beliau menangis serta membuat orang di sekitarnya menangis” (HR. Muslim [2304])
Ziarah ke makam wali merupakan tradisi ulama salaf
سَمِعْتُ الشَّافِعِيَّ يَقُوْلُ: اِنِّي لِأَتَبَرَّكُ بِأَبِي حَنِيْفَةَ وَأَجِيْءُ اِلَى قَبْرِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ فَإِذَا عُرِضَتْ لِي حَاجَةٌ صَلَيْتُ رَكْعَتَيْنِ وَجِئْتُ اِلَى قَبْرِهِ وَسَأَلْتُ اللهَ تَعَالَى الْحَاجَةَ عِنْدَهُ.(تاريخ بغداد,ج1 ص122)
Saya mendengar Imam Syafi’i RA berkata: “Sesungguhnya aku mengambil barakah dari Imam Abu Hanifah dan aku berziarah ke makamnya setiap hari. Jika aku dihadapkan pada suatu kebutuhan, aku shalat dua rakaat kemudian mendatangi makam beliau, dan memohon kepada Allah SWT untuk mengabulkan kebutuhanku.” (Tarikh Baghdad, juz 1 hal 122)
QUUNUT
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ مَا زَالَ رَسُولُ اللهِ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا.
(رواه أحمد والدارقطني).
“Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik t. Beliau berkata, “Rasulullah  r senantiasa membaca qunut ketika shalat subuh sehingga beliau wafat.” (Musnad Ahmad bin Hanbal, juz III, hal. 162 [12679], Sunan al-Daraquthni, juz II, hal. 39 [9]).
Sanad hadits ini shahih sehingga dapat dijadikan pedoman. Imam Nawawi di dalam kitab al-Majmu’ menegaskan:
حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ رَوَاهُ جَمَاعَةٌ مِنَ الْحُفَّاظِ وَصَحَّحُوْهُ وَمِمَّنْ نَصَّ عَلَى صِحَّتِهِ اْلحَافِظُ أَبُوْ عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍ الْبَلْخِي، وَالْحَاكِمُ أَبُوْ عَبْدِ اللهِ فِي مَوَاضِعَ مِنْ كُتُبِ الْبَيْهَقِي وَرَوَاهُ الدَّارَقُطْنِي مِنْ طُرُقٍ بِأَسَانِيْدَ صَحِيْحَةٍ (المجموع ج 3 ص 504).
“Hadits tersebut adalah shahih. Diriwayatkan oleh banyak ahli hadits dan mereka kemudian menyatakan kesahihannya. Di antara orang yang menshahihkannya adalah al-Hafizh Abu Abdillah Muhammad bin Ali al-Balkhi serta al-Hakim Abu Abdillah di dalam beberapa tempat di dalam kitab al-Baihaqi. Al-Daraquthni juga meriwayatkannya dari berbagai jalur sanad yang shahih.” (Al-Majmu’, juz III, hal. 504).
MEMAHAMI TAWASSUL
Definisi Tawassul
طَلَبُ حُصُوْلِ مَنْفَعَةٍ أَوْ انْدِفَاعِ مَضَرَّةٍ مِنَ اللهِ بِذِكْرِ اسْمِ نَبِيِّ أَوْ وَلِيٍّ إِكْرَامًا لِلْمُتَوَسَّلِ بِهِ (العبدري, الشرح القويم, ص 378)
“Memohon datangnya manfaat (kebaikan) atau terhindarnya bahaya (keburukan) kepada Allah SWT dengan menyebut nama seorang Nabi atau Wali untuk memuliakan (ikram) keduanya.” (Al-Hafizh Al-‘Abdari, Al-Syarh Al-Qiyam, Hal.378)
Dasar-Dasar Tawassul dari Al Qur an
وَاسْتَعِيْنُوا بِالصَّبْرِ وَالصَلاَةِ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِيْنَ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’” (QS. Al-Baqarah: 45)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al-Maidah: 35)
DASAR-DASAR IBADAH
  di Bulan Suci Ramadlan
Anjuran ziarah kubur (menyekar)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا
(رواه ومسلم، رقم 594)
“Rasulullah SAW bersabda: aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah” (HR. Muslim [594])
قَالَ اِبْنُ حَزَمٍ اِنَّ زِيَارَةَ الْقُبُوْرِ وَاجِبَةٌ وَلَوْ مَرَّةً وَاحِدَةً فِى الْعُمْرِ لِوُرُوْدِ اْلاَمْرِ بِهِ
(العسقلانى، فتح البارى، ج 3 ص 188)
Kata Ibn Hazm wajib ziarah kubur walaupun sekali seumur hidup, karena adanya perintah tentang hal itu. (Fathul Bari juz 3 hal 188)
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَال زَارَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ (رواه مسلم رقم 2304)
“Dari Abi Hurairah, berkata bahwa Rasulullah SAW berziarah ke pesarean ibundanya dan beliau menangis serta membuat orang di sekitarnya menangis” (HR. Muslim [2304])
Saling memberi hadiah ( Ateran ) adalah tradisi ulama salaf (Tabi’in)
قَالَ شَيْخُنَا الْعَارِفُ الشَّعْرَاوِي: كَانَ التَّابِعُوْنَ يُرْسِلُوْنَ الْهَدِيَّةَ لِأَخِيْهِمْ وَيَقُوْلُوْنَ نَعْلَمُ غِنَاكَ عَنْ مِثْلِ هَذَا وَإِنَّمَا أَرْسَلْنَا ذَلِكَ لِتَعْلَمَ أَنَّكَ مِنَّا عَلَى بَالٍ (المناوى، فيض القدير،  ج 3 ص273)
“Syaikh kami al-Arif al-Sya’rawi menyatakan bahwa para tabi’in memiliki kebiasaan memberikan hadiah kepada saudara-saudaranya. Mereka berkata, “Kami tahu bahwa engkau tidak membutuhkan benda yang kami berikan ini. tapi kami memberikannya kepadamu agar kamu tahu bahwa kami masih peduli dan menganggapmu sebagai sahabat.” (Faidh al-Qadir, juz III, hal 272)

Selasa, 21 Juli 2015

Mari Peduli Muslim di Tolikara bersama Al Bahjah

AL-BAHJAH PEDULI TOLIKARA


Kaum Muslimin Muslimat, mari bantu saudara sesama Muslim kita di Tolikara Papua, terkait tragedi / konflik yang melanda mereka beberapa waktu yang lalu, mereka kehilangan Masjid dan tempat – tempat usaha mereka. Mari bantu, sebagai wujud kepedulian kita sebagai sesama Muslim.
Silahkan bisa salurkan bantuan Anda melalui :
Bank BJB Syari’ah
No. Rek. 7010206006661
Kode Bank 425 a/n Yayasan Al Bahjah
Mohon Konfirmasi Setelah Transfer Via SMS, ketik :
Tolikora (spasi) Jumlah Transfer dan Kirim Ke 085311222225
Uluran tangan kita sungguh sangat dibutuhkan mereka..
Sampaikan kepada yang lain, Rosulullah Saw bersabda yang artinya :
“Barang siapa yg menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya” (HR. Imam Muslim

Rabu, 15 Juli 2015

Suasana perantau saat Ramadhan di hongkong

"Ramadhan di Negri Beton"


Oleh : Rina Nur Widayanti
Ramadhan tiba, kata banyak kalangan dimanapun kita melaksanakan puasa Ramadhan itu sama saja, yang membedakan hanyalah niat dan amalan lain yang ingin dilakukan. Tapi, bagi para muslim yang berada di negri yang mayoritas penduduknya Non-Muslim, ibadah puasanya terasa berbeda. Tak ada gema adzan, tak ada gema riuh suara sahur dan tak ada lagi suasa keramaian saat berbuka bersama sanak keluarga.
Bandingan ketika mereka masih ada diindonesia, semuanya bisa nikmati tanpa kurang satupun bahkan bisa dibilang itu "suasana yang dirindukan tiba".
Saat Ramadhan pertama tiba, puasa di negri beton ini pun terasa biasa saja, tak ada yang istimewa, ratusan manusia mengelilingi jalan dengan melahap makanannya di tangan, ratusan kedai makan seolah tak mau tahu urusan pribadi seseorang. Begitulah mirisnya, tapi sebagai seorang muslim yang teguh tentu saja itu semua bukan halangan. Saat senja tiba, berbuka puasa pun terasa nikmat walau ala kadarnya, hingga taraweh yang dilakukan seorang diri.
Negri ini sebenarnya juga punya masjid, tapi hanya beberapa dan bisa dihitung pakai jari, bilangannya pun tak lebih dari angka 5. Miris, tapi ya sebagai muslim yang baik seharusnya bersyukur, ternyata disini masih ada bangunan masjid yang berdiri kokoh dengan penuh jamaahnya.
Dalam lubuk hati terdalam, siapa sih yang tidak ingin memijakkan kaki di Rumah Allah ini, semua pasti ingin memasukinya, begitupun aku. Tapi sayang seribu sayang, masjidnya jauh dan tak bisa selalu pergi kesana dalam waktu-waktu ibadah.
Waktu terus berjalan, puasa dan cuaca bisa dibilang saling bergandengan tangan, tak terasa kini mendekati detik-detik akhir Ramadhan. Sebenarnya tak ada perasaan apapun ketika Ramadhan pergi, hanya saja dalam hati sering berbisik "Andai negri ini mayoritas penduduknya adalah muslim, mungkin kita tak akan sengsara untuk menapaki kaki menuju masjid dan melakukan ibadah lainnya..", tapi ini realita, apapun itu harapannya hanya satu, semoga ALLAH SWT menerima amal ibadah semua muslimin dan muslimat di negri ini walau dengan seribu keterbatasannya. Berharap mendapatkan pahala yang melimpah dimalam-malam Lailatul Qadar. Berharap mendapatkan kemantapan hati untuk selalu istiqamah dimanapun dan dalam keadaan apapun dan yang terpenting agar kita semua yang ada di negri ini selalu diberi kemantapan iman dan islamnya.
Sampai jumpa lagi Ramadhan, walau tak seistimewa di negri sendiri tapi kita semua masih merindukanmu, masih ingin selalu bertemu disetiap tahunnya. Aamiin Yaa Rabbal'alamiin..
Foto : Masjid Kowloon, Hong Kong.
Hong Kong, 15 July 2015.

Suasana Ramadhan di Korea Selatan

Oleh : Muhammad Roghib Ar-Romadhoni*


Ramadhan selayaknya sesuatu yang spesial, kedatangannya selalu dinantikan dan  kehadirannya menjadi sangat diistimewakan bagi umat muslim di penjuru dunia, tidak terkecuali bagi muslim di Korea Selatan. Alhamdulillah, dakwah islam telah sampai di tanah Korea sejak  50 tahun yang lalu dan terus mengalami perkembangan hingga sekarang. Hari ini, berdasarkan informasi dari Korean Moslem Federation (KMF) jumlah muslim di negara yang berpopulasi 50 juta jiwa ini tercatat telah mencapai lebih dari 100.000 orang dengan sepertiga diantaranya adalah penduduk asli Korea sedangkan sisanya adalah para pendatang dari Pakistan, Indonesia, Bangladesh, India, Uzbekistan dan lain - lain yang sedang bekerja, berwirausaha maupun belajar di Korea. Indikasi lain dari terus berkembangnya islam di negeri Gingseng ini adalah semakin banyak nya masjid – masjid besar yang dibangun secara resmi oleh pemerintah Korea dengan bantuan berbagai pihak maupun masjid - masjid kecil (musholah) yang dibangun secara mandiri oleh komunitas – komunitas muslim pendatang di Korea, seperti Komunitas Muslim Indonesia. Diketahui jumlah masjid resmi yang terdaftar dalam Korean Moslem Federation (KMF) telah mencapai lebih dari 9 masjid sedangkan musholah yang dibangun secara mandiri oleh muslim dari Indonesia telah mencapai 40 musholah yang tersebar di berbagai kota di Korea.
Jumlah populasi muslim yang tidak sedikit dan terus meningkat ini membuat nuasa bulan puasa sedikit terasa berbeda dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, setidaknya hal ini bisa terlihat  di tempat – tempat perbelanjaan. Dibagian tertentu display berbagai toko yang menjual makanan,  buah Kurma, sebagai salah satu buah yang khas ada di bulan Ramadhan, meningkat ketersediannya dibandingkan dengan hari – hari biasa, sehingga begitu jelas terlihat deretan kotak-kotak buah tersebut. Tidak hanya itu, nuansa Ramadhan juga dimanfaatkan oleh komunitas- komunitas muslim dari Indonesia untuk mendatangkan para ustadz untuk berdakwah di musholah-musholah yang telah dibangun, sehingga selama periode bulan puasa aktivitas kajian keagamaan di musholah-musholah meningkat layaknya suasana ramadhan di Negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya.
Ramadhan 1436 H tahun ini dilaksanakan pada musim panas sehingga banyak tantangan yang harus dihadapi oleh muslim di Korea. Tantangan pertama adalah tinggi nya suhu udara dibandingkan dengan kondisi biasanya. Suhu udara ketika musim panas di Korea bervariasi dari 25 – 33 0C dengan kelembaban yang relatif rendah, sehingga suasana ini mengharuskan kesiapan fisik yang prima. Selain itu, lumayan panjangnya waktu berpuasa di musim panas juga menjadi tantangan tersendiri. Muslim di Korea harus berpuasa  hampir 17 jam lamanya, di mulai waktu fajar sekitar pukul 03.15 dan waktu maghrib sekitar pukul 20.00 . Relatif dekatnya jeda waktu sholat isya dengan sholat shubuh juga menjadikan muslim di korea harus pintar mengatur jadwal makan sahur. Waktu sholat isya di korea selama Ramadhan tahun ini berkisar antara pukul 21.30 – 21.45 dan jika dilanjutkan dengan sholat taraweh maka akan selesai  sekitar pukul 22.30 – 23.00. Dengan jeda waktu sekitar 4 jam sebelum waktu shubuh menjadikan muslim di Korea harus memiliki strategi demi tetap dapat menjalankan makan sahur sebagai salah satu kesunnahan yang dianjurkan dalam berpuasa.
Tidak sampai disitu, menurut beberapa orang yang sudah terbiasa menjalani puasa di musim panas, tantangan terbesar berpuasa di musim ini bukanlah kesiapan fisik tetapi ketahanan dari godaan – godaan lainnya yang dapat membatalkan atau mengurangi kesempurnaan berpuasa. Mulai dari mudahnya kita melihat makanan dan orang  makan di siang hari hingga kondisi berpakaian warga non-muslim Korea. Dikarenakan panasnya suhu ketika musim panas, banyak warga korea yang menggunakan busana minimalis dan jauh dari kata menutup aurat. Sehingga bagi yang berpuasa, menjaga pandangan adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Tantangan – tantangan berpuasa di Korea ini menjadikan umat muslim di Korea harus memiliki kesabaran ekstra sehingga puasa yang dijalankan tidak hanya menghasilkan rasa lapar dan dahaga tetapi juga ketaqwaan yang sempurna di hadapan Allah SWT.
Tradisi buka puasa bersama yang dilaksanakan di masjid – masjid menjadi hal menarik tidak hanya bagi muslim yang manjalani puasa tetapi juga bagi warga Non-muslim Korea. Bagi muslim – muslim pendatang, kegiatan ini menjadikan suasana Ramadhan layaknya di kampung halaman, kebersamaan dalam beribadah hingga hidangan yang disajikan dalam berbuka puasa menjadi obat tersendiri akan rindunya suasana ber-Ramadhan di kampung halaman. Bagi warga korea sendiri, seperti diketahui makan bersama untuk merayakan sesuatu hal adalah tradisi yang sudah mendarah daging dalam diri warga korea sehingga aktivitas muslim yang melakukan buka puasa secara bersama diniliai sebagai sebuah tradisi yang baik dan sama dengan tradisi yang sudah terbangun dalam kultur orang korea.
Interaksi secara personal antar muslim dengan Non-muslim Korea dalam kehidupan sehari-hari sepanjang Ramadhan, secara langsung dan tidak langsung menjadi jalan memperkenalkan islam kepada warga Korea. Persepsi awal Bagi warga non-muslim Korea, menahan diri untuk tidak makan dan minum hanya bisa dilakukan oleh para orang-orang yang sedang menjalankan program diet ketat (penurunan berat badan) saja dan dinilai sebuah proses yang sangat sulit dan menyusahkan. Namun, dengan penjelasan bahwa puasa tidak hanya menahan diri untuk tidak makan dan minum tetapi juga menjaga emosi, syahwat dan hal lain yang dapat mengurangi dan membatalkan puasa  serta menjelaskan keuntungan yang akan didapat dari menjalankan proses berpuasa ini, mereka menjadi paham dan sangat menghormati sekali proses berpuasa yang dijalani oleh umat muslim.
Semoga dengan interaksi dan pengetahuan serta suasana semangat beribadah yang dilakukan oleh umat muslim di Korea sepanjang bulan Ramadhan ini semakin meningkatkan dakwah islam di negeri gingseng ini. Aaamiin.
Foto : Masjid Sentral Seoul, Korea Selatan.
*Muhammad Roghib Ar-Romadhoni adalah anggota dari Tim Dakwah Al-Bahjah Korea Selatan sekaligus Mahasiswa S2 Yeungnam University - Korea Selatan.

Rabu, 20 Agustus 2014

Salah Satu Ciri Orang Tidak Mengerti Agama


oleh



SALAH SATU TANDA ORANG TIDAK NGERTI AGAMA (fikih).

 Banyak dari orang orang kita yang awam dan menganggap sepele tentang najis.
Anak-anak nya tidak diajari kencing yang benar yaitu kencing dikamar mandi dan disucikan dengan baik. Anak anak mereka kencing sembarangan tanpa bersuci atau disucikan.

Mereka tidak tau suci-najis dsb...

 Lebih parah lagi, yang remaja-dewasa bahkan bapak bapak... kencingnya juga ngawur.. dipinggir jalan, disemak semak, ditempat terbuka dan tanpa bersuci. Kalau ngurusi najis aja nggak bisa, lalu bagaimana ibadah sholatnya? Islam itu mudah tapi tidak gampang. #woles

Selasa, 19 Agustus 2014

Polisi Amerika Ini Dapat Hidayah dan Akhirnya Memeluk Islam

Nama saya William,

Kisah Polisi Amerika yang Akhirnya Memeluk Islam
saya seorang Amerika yang khas dalam banyak hal, yang tercermin baik dalam kehidupan profesional dan pribadi.
Secara profesional, saya seorang supervisor dalam sebuah departemen kepolisian, dan saya pernah di militer, baik tugas aktif dan cadangan untuk sebagian besar kehidupan dewasa saya.
 Secara pribadi, saya tinggal di pinggiran kota bagian barat tengah (Midwestern) dengan istri dan anak, mengendarai truk pickup, dan kadang-kadang memakai sepatu bot koboi.

Saya selalu membayar tagihan, memperlakukan tetangga dengan baik, dan sebelum perjalanan dalam Islam, saya mengikuti agama dengan cara yang telah diperintahkan.
 Hidup saya khas Amerika. Sedikit yang saya tahu bahwa keyakinan agama akan membawa keluar dari yang "khas" dan bahwa mereka akan memberikan rasa damai dan sesuatu yang belum saya capai.

 Perjalanan saya ke dalam Islam dimulai dengan persahabatan dengan Nasir. Saya bertemu Nasir melalui hubungan kerja di akhir 1980-an, dan terkesan dengan sopan santun dan cara dia memperlakukan saya. Sebelumnya saya telah bertemu beberapa Muslim, dan selalu gelisah di sekitar mereka karena tidak yakin bagaimana mereka akan menerima saya. Selain memiliki penampilan seperti pengemudi pickup dengan senapan, saya juga seorang Yahudi, sebuah kombinasi yang sering tampak mengganggu ketenangan orang.

Nasir, bagaimanapun, menerima semuanya dengan tenang, dan sebagai hasilnya, persahabatan perlahan mekar. Melalui Nasir, saya membentuk kesan pertama tentang Islam dan penganutnya. Selama bertahun-tahun saya menyaksikan bagaimana Nasir berurusan dengan situasi yang berbeda, dan terus-menerus terkesan dengan kebijaksanaan dan kesabaran yang ia ditampilkan ketika berhadapan dengan orang atau situasi yang sulit.

 Jika saya bertanya mengapa dia melakukan hal-hal tertentu, ia akan memberitahukan tentang kebijaksanaan yang dipandu tindakannya. Kata-katanya, saya menyadari kemudian, adalah kutipan langsung maupun tidak langsung dari Al-Qur'an. Saya sering kagum pada bagaimana seseorang bisa begitu bijaksana dan berpengetahuan! Sedikit yang saya tahu bahwa prinsip-prinsip tersebut ditulis dalam Kitab Suci yang saya atau orang lain bisa membacanya. Sekitar musim dingin 2000, saya mulai memiliki minat yang serius dalam Islam. Saya membaca Al-Qur'an, tapi tampaknya tidak bisa memahaminya. Meskipun mengalami kesulitan, saya masih memiliki perasaan jengkel bahwa saya harus terus, dan jadinya saya belajar buku-buku lain tentang Islam.

Saya belajar banyak secara akademik, tidak dengan cara spiritual. Saya akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan Nasir, dan kemudian terjadi insiden 11 September. Tiba-tiba, saya punya sejumlah kekhawatiran baru, dan saya menaruh pertanyaan saya tentang Islam. Selama periode ini, saya punya banyak paparan Islam, namun, sangat sedikit dari itu diajukan kepada saya dengan cara yang positif. Sebagai pengawas polisi, saya terus-menerus menerima peringatan tentang ancaman Islam dan sebagai perwira cadangan saya berada di sekitar orang-orang yang menganggap Islam sebagai ancaman dan Muslim mungkin musuh. Jadi, saya terus menunggu dan terus mempeelajari tentang Islam untuk diri sendiri. Kemudian, pada akhir musim panas tahun 2004, perasaan jengkel yang telah berlangsung tiba-tiba meningkat, dan saya akhirnya meminta bimbingan Nasir.

Dia mengatakan kepada saya tentang ajaran imannya, dan tentang sifat Al-Qur'an. Lebih penting lagi, dia mengatakan seberapa kuat percaya di dalamnya, tidak hanya sebagai firman Allah, tetapi sebagai cara di mana manusia dimaksudkan untuk hidup. Dia dan saudaranya, Riyadh, memberi buku tentang Islam yang memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya. Dengan pengetahuan di tangan, saya kembali mempelajari Al Qur'an, dan tiba-tiba menemukan bahwa itu tidak hanya dibaca, tetapi juga masuk akal! Saya membaca dan membaca kembali segala sesuatu yang saya telah disediakan, dan kemudian memeriksa lagi fakta-fakta yang telah disampaikan. Semakin saya membaca, semakin kagum. Saya menemukan bahwa informasi yang ada di Al-Qur'an tidak mungkin Muhammad tahu kecuali dia Nabi. Tidak hanya menjadi mustahil bagi seorang pria dari latar belakang dan lokasi geografis untuk tahu banyak hal-hal tersebut, tetapi tidak mungkin bagi siapa pun dari periode waktu itu untuk mengenal. Aku mengecek banyak tanggal modern "penemuan" yang telah dibahas dalam Al-Qur'an, dan sangat terkejut pada apa yang saya temukan. Al Qur'an tidak hanya berisi informasi yang berabad-abad dari waktu ke depan, namun ia melakukannya dengan rincian, banyak yang tidak bisa diketahui sampai abad ini. Saya menjadi yakin bahwa Muhammad memang seorang Nabi. Meskipun demikian masih menghadapi dilema. Meskipun percaya bahwa Muhammad adalah seorang Nabi, saya masih bingung tentang apa yang harus dilakukan. Segala sesuatu yang pernah saya percaya tiba-tiba terbalik, dan saya bingung bagaimana penjelasannya. Malam itu saya berdoa memohon bimbingan dan pemahaman; Saya pergi tidur penuh harapan bahwa saya akan menerima pemahaman tentang situasi ini. Ketika terbangun, saya merasa telah mengalami pencerahan. Semuanya tiba-tiba menjadi jelas. Belajar tentang Islam, Ketuhanan yang Maha Esa, menyembah satu Tuhan saja, itu semuanya bukan informasi baru tapi itu pemahaman baru tentang apa yang telah saya percaya sebelumnya. Saya merasa gembira, bahagia dan damai, dan pagi itu saya mengucapkan syahadat. Saya bilang Nasir, dan dia membawa saya ke sebuah masjid di dekatnya untuk salat Jum’at. Di masjid saya dibimbing ke depan dan kemudian Nasir dan Imam membantu mengulangi pengakuan iman dalam bahasa Arab. Meskipun merasa sedikit gugup, kegembiraan saya jauh melebihi perasaan lain. Saya disambut oleh jamaah di masjid dengan cara yang begitu ramah dan saya hampir tidak bisa menggambarkannya. Sebagian besar jemaah menjabat tangan dan menyambut saya ke dalam Islam, dan banyak dari mereka menawarkan bantuan atau menjawab pertanyaan yang saya miliki. Itu adalah pengalaman yang indah yang saya tidak akan pernah lupa. Sebagai penutup, saya mengatakan ada perasaan damai yang merasuki jiwa, dan meskipun saya masih sangat awal dalam belajar, saya senang dan yakin bahwa saya telah membuat keputusan yang tepat. Saya masih berpenampilan khas Amerika. Hanya sekarang saya seorang Muslim Amerika. Dengan bimbingan lanjutan dan bantuan dari orang-orang seperti Nasir dan Riyadh, saya berharap untuk suatu hari ditetapkan sebagai contoh yang baik bagi orang lain sebagaimana mereka memperlakukannya kepada saya. (thedeenshow.com/mukafi niam)

Sabtu, 16 Agustus 2014

Inilah Doa Kiai A. Mustofa Bisri (Gus Mus) Untuk Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia

Bismillahirrahmaanirrahiim.



Ya Allah ya Tuhan kami,
Wahai Keindahan yang menciptakan sendiri segala yang indah,
Wahai Pencipta yang melimpahkan sendiri segala anugerah
Wahai Maha Pemurah yang telah menganugerahi
kami negeri sangat indah dan bangsa yang menyukai keindahan,
Ya Allah yang telah memberi kami kemerdekaan yang indah,
Demi nama-nama agungMu yang maha indah
Demi sifat-sifat suciMu yang maha indah
Demi ciptaan-ciptaanMu yang serba indah
Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami
kepekaan menangkap dan mensyukuri keindahan anugerahMu.
Keindahan merdeka dan kemerdekaan
Keindahan hidup dan kehidupan
Keindahan manusia dan kemanusiaan
Keindahan kerja dan pekerjaan
Keindahan sederhana dan kesederhanaan
Keindahan kasih sayang dan saling menyayang
Keindahan kebijaksanaan dan keadilan
Keindahan rasa malu dan tahu diri
Keindahan hak dan kerendahan hati
Keindahan tanggung jawab dan harga diri
Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami
kemampuan mensyukuri nikmat anugerahMu
dalam sikap-sikap indah yang Engkau ridlai
Selamatkanlah jiwa-jiwa kami
dari noda-noda yang mencoreng keindahan martabat kami
Pimpinlah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami
ke jalan indah menuju cita-cita indah kemerdekaan kami
Kuatkanlah lahir batin kami
untuk melawan godaan keindahan-keindahan imitasi
yang menyeret diri-diri kami dari keindahan sejati
kemanusiaan dan kemerdekaan kami
Merdekakanlah kami dari belenggu penjajahan apa saja 
selain penjajahanMu
termasuk penjajahan diri kami sendiri
Kokohkanlah jiwa raga kami
untuk menjaga keindahan negeri kami.
Ya Malikal Mulki Ya Allah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa
Jangan kuasakan atas kami --karena dosa-dosa kami--
penguasa-penguasa yang tak takut kepadaMu
dan tak mempunyai belas kasihan kepada kami.
Anugerahilah bangsa kami pemimpin yang hatinya
penuh dengan keindahan cahaya kasihsayangMu
sehingga kasihsayangnya melimpahruahi rakyatnya
Jangan Engkau berikan kepada kami pemimpin
Yang merupakan isyarat kemurkaanMu atas bangsa kami

Wahai Maha Cahya di atas segala cahya
Pancarkanlah cahyaMu di mata dan pandangan kami
Pancarkanlah cahyaMu di telinga dan pendengaran kami
Pancarkanlah cahyaMu di mulut dan perkataan kami
Pancarkanlah cahyaMu di hati dan keyakinan kami
Pancarkanlah cahyaMu di pikiran dan sikap kami
Pancarkanlah cahyaMu di kanan dan kiri kami
Pancarkanlah cahyaMu di atas dan bawah kami
Pancarkanlah cahyaMu di dalam diri kami
Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya
Agar kami dapat menangkap keindahan ciptaanMu dan meresapinya
dapat menangkap keindahan anugerahMu dan mensyukurinya
Agar kami dapat menangkap keindahan jalan lurusMu dan menurutinya
dapat menangkap keburukan jalan sesat setan dan menghindarinya

Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya
Agar kami dapat menangkap keindahan kebenaran dan mengikutinya
dapat menangkap keburukan kebatilan dan menjauhinya
Agar kami dapat menangkap keindahan kejujuran dan menyerapnya
dapat menangkap keburukan kebohongan dan mewaspadainya
Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya
Sirnakan dan jangan sisakan sekelumit pun kegelapan
di batin kami.
Ya Maha Cahya di atas segala cahya
Jangan biarkan sirik dan dengki
hasut dan benci
ujub dan takabur
serakah dan kejam 
kebencian dan dendam
dusta dan kemunafikan
gila dunia dan memuja diri
lupa akherat dan takut mati
serta bayang-bayang hitam lainnya
menutup pandangan mata-batin kami
dari keindahan wajahMu.
menghalangi kami
mendapatkan kasihMu
menghambat sampai kami
kepadaMu.

Ya Allah ya Tuhan yang Maha Pengampun
Ampunilah dosa-dosa kami
Dosa-dosa para pemimpin dan bangsa kami
Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Rahman dan Rahim,
Rahmatilah negeri dan bangsa kami
Merdekakanlah kami dan kabulkanlah doa kami.
Amin.

Minggu, 20 Juli 2014

Sekitar Seribuan Orang Mengikuti Mudik Gratis Bareng Nahdlatul Ulama (NU)

Sekitar lebih dari 1.000 warga
Nadhliyin yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya hari ini ikut mudik bareng gratis yang diadakan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU).
Meski puasa, seribuan warga tampak
antusias mengikuti program mudik ini.
Pantauan detikcom, meski bus baru datang tujuh unit, namun warga NU sudah datang membludak ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Mereka rela duduk lesehan berdempetan dengan penuh sesak di area halaman kantor
PBNU. Dari anak kecil sampai orangtua pun bercampur menjadi satu.

"Ini adalah yang keempat kalinya kami menggelar acara mudik bareng. Semua sudah dipersiapkan untuk kepentingan ini. Kami berkomitmen terus setiap tahun agar ini bisa rutin digelar jelang lebaran,"

ujar ketua Panitia Penyelenggara Mudik
Bareng PBNU, Mansyur Saerozi di kantor PBNU, Jakarta, Minggu (20/7/2014).
Mansyur mengatakan dalam acara mudik bareng ini, PBNU bekerjasama dengan salah satu bank BUMN, Bank Mandiri. Dia merincikan ada 28 bus yang rencananya disediakan untuk menampung sekitar 1.500 warga NU. Rute mudik yang bakal
dilalui adalah lintas Pulau Jawa yaitu kota-kota di Jawa Barat, Tengah, dan Timur.

"Hari ini untuk warga NU. Nanti rencananya tanggal 25 khusus program mudik buat karyawan PBNU," sebutnya.
Berhubung Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj berhalangan hadir maka pelepasan mudik ini diwakili Sekjen PBNU Marsyudi Syuhud. Acara pelepasan mudik ini dilakukan pukul 14.10 WIB dengan enam bus pertama yang di antaranya menuju Banyuwangi, Surabaya, dan Bangkalan.

Selasa, 14 Januari 2014

Pesan Mezut Ozil di Hari Maulid Nabi Muhammad SAW

Pesan Mezut Ozil di Hari Maulid Nabi Muhammad SAW

Berlin ~ Dalam rangka menyambut datangnya Maulid Nabi Muhammad
Rasulullah SAW, Selasa (14/1/2013), salah satu pemain Muslim Arsenal, Mesut Oezil mengirimkan pesan hangat untuk umat Islam di seluruh dunia.

Pesan ini ditulis pemain sebakpola ini dalam tiga bahasa berbeda, Arab, Inggris dan Jerman.
Di halaman facebooknya seperti dilansir onislam.net, Senin (13/1/2014), Mesut Oezil
menuliskan, "I wish the Islamic world a blessed and happy celebration,".
Sebuah pesan yang sama juga ditulisnya dalam bahasa Arab dan Jerman.
Ucapan pemain blasteran Jerman dan Turki ini disambut secara
luas di media sosial . Ucapan tersebut menerima lebih dari 147.000 likes, 8700 komentar dan 5000 share.

Kelahiran Nabi Muhamad Rasulullah SAW sendiri jatuh pada tanggal 12 Rabiul 'Awwal (bulan ketiga dalam kalender Islam). Semua negara di dunia khususnya negara Islam menyambut Maulid Nabi dengan menjadikannya sebagai hari libur nasional, kecuali Arab Saudi yang manganut madzhab
Wahabi yang berbeda dan memisahkan diri dari kelompok Islam ahlussunnah wal jama'ah.

Pada tahun ini, Hari Maulid Nabi Muhammad Rasulullah SAW jatuh pada Selasa 14 Januari 2014. Banyak Muslim melihat ulang tahun nabi sebagai waktu yang penting untuk mempelajari dan merenungkan kehidupan dari Nabi
Muhammad. Di Indonesia sendiri, peringatan Maulid Nabi diadakan di seluruh penjuru daerah dengan berbagai acara. Ada yang menggelarnya dengan safari maulid 12 malam, 40 hari, atau 100 hari beruturut-urut.

Mesut Oezil dikenal sebagai seorang muslim yang taat beragama. Di tengah kesibukannya sebagai pemain sepakbola di negeri yang berpenduduk mayoritas non-muslim, ia kerap membaca Al-Qur'an Al-Karim sebelum bertanding. Dia dikenal
sebagai pemain sepakbolah yang handal sejak masih muda. Menjadi bintang dari usia muda, Mesut Oezil telah menjadi anggota tim nasional
junior Jerman sejak tahun 2006 dan anggota tim senior Jerman sejak tahun 2009.

Atas prestasinya, awal bulan ini, museum Madame Tussaud's cabang Berlin telah meluncurkan patung lilin Mesut Oezil. Diusianya
yang masih 25 tahun membuat Oezil menjadi olahragawan termuda yang ada di museum
tersebut.

Wow.... Selamat menyambut maulid nabi ya Oezil...!

Sumber: Republika Online, muslimmedianews
Redaktur: Ibnu Mansur

Senin, 23 Desember 2013

Dakwah Itu Mengajak , Bukan Memaksa atau Memarahi Apalagi Memusuhi

“Banyak yang tidak tahu dan salah menerapkan ayat Quran dalam berdakwah. Perintah dakwah itu ayatnya ud’u ila sabili robbika bilhikmati wamauidzotil hasanah bukan menggunakan dalil amar ma’ruf nahi munkar” tutur KH Mustofa Bisri (Gus Mus) kepada peserta Silaturahmi Nasional Web Admin & IT Developer Aswaja pada hari mingggu 22 Desember di Pesantren Roudlatut Tholibin Rembang.

Ahir-ahir ini, dakwah sering dikacaukan dengan amar maruf nahi munkar. Padahal dari segi bahasa saja sudah beda, dakwah itu mengajak amar itu perintah nahi itu melarang. Dakwah tu mengajak kepada orang yang untuk berada dijalan Allah . Banyak orang yang hanya Belajar  di google tapi merasa paling benar sendiri, lanjut Gus Mus.

Sementara itu KH Yahya Cholil Tsaquf dalam pembekalan kepada peserta Silatnas juga berpesan akan perlunya dakwah dengan membangun basis yang kokoh dan berjejaring dalam membangun peradaban baru sebagai strategi pilihannya sebagaimana berjejaringnya kesultanan Islam nusantara pada masa lalu.

Di penghujung acara Hari Usmayadi selaku ketua PPM Aswaja menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta dari berbagai komunitas web Aswaja. Apresiasi khusus peru disampaikan terutama buat teman peserta dari Balikpapan dan NTB yang menunjukkan semangat kesepahaman dan kesamaan tujuan dalam berdakwah Islam di internet (mukhlisin)

Source : admin aswaja

Sabtu, 21 Desember 2013

Kisah sedih Penyesalan Seorang Anak Terhadap Pengorbanan Ibunya

Penyesalan Seorang Anak Terhadap Ibunya.
Semoga Pembaca Merasa Tersentuh Dengan Membaca Kisah ini Dan Sdar Betapa Pentingnya Kita Untuk Menghargai Jerih Payah Orang Tua Terhadap Anaknya.

Sebuah kisah yang semoga bisa menginspirasi Anda untuk selalu menyayangi anggota keluarga Anda sepenuh hati.

Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, seorang anak laki-laki bernama Tiros meluluskan pendidikannya di SMA, namun sayang pada saat kelulusannya dia tidak pernah menyertakan atau mengajak ibunya. Tiros merupakan satu-satunya anak yang dimiliki oleh ibu Suti, dan anugrah dari Tuhan yang sangat berharga bagi diri ibu Suti.

Ayah Titos meninggal dunia saat dia masih dalam kandungan, hanya Tiroslah yang menjadi tumpuan
hidup ibunya sehingga dia kuat untuk menjalani hidup.

Pada suatu saat Tiros berkata pada ibunya :
“ Ibu, aku malu sama teman-temanku, mereka memiliki ibu yang sempurna secara fisik dan mereka bangga terhadap ibu mereka, tapi aku bu, mengapa aku memiliki ibu yang buta. Andai saja aku tau, aku dilahirkan oleh seorang ibu yang buta maka aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan”

Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya ibu Suti berkata :

“ Nak, ibu memang buta, tetapi
walaupun kau malu dengan keadaan fisik yang ibu miliki, ibu tetap sayang padamu nak. "

Tirospun menjawab : “ Bu, semua teman-temanku selalu menghinaku, bahkan tidak ada satu perempuanpun yang suka padaku karena melihat fisik ibu yang tidak sempurna. Mereka takut jika kelak menikah denganku anak kami juga akan cacat, buta seperti ibu ”.

Mendengar perkataan anaknya ibu Suti begitu terpukul dan menangis, namun demikian ibu Suti tetap sayang dengan anaknya Tiros dan tak henti-hentinya ibu itu berdo’a untuk anaknya.

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, akhirnya Tiros menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teknik. Betapa bangganya hati ibu Suti mendengar anaknya akan diwisuda dan menjadi seorang Insinyur, tak sia- sia pengorbanan ibu Suti selama ini dengan berjualan di pasar untuk menyekolahkan Tiros, tak kenal lelah bu Suti berkerja walaupun dalam keadaan matanya yang buta.

Sampailah saat yang ditunggu tunggu, saat Tiros dan yang lainnya akan diwisuda. Teman-teman Tiros berserta orang tuanya dan keluarga berkumpul menantikan acara dimulai, tetapi ibu Suti sama sekali tidak diajak Tiros untuk menghadiri wisuda tersebut.

Akhirnya ibu Suti datang sendiri keacara tersebut, sesampainya ditempat Tiros akan diwisuda,betapa bahagianya hati sang ibu Suti mendengar nama anaknya dipanggil kedepan dengan nilai terbaik.

Namun tidak Tiros, dia sangat malu
terhadap teman-teman dan kekasihnya ketika mengetahui ibunya juga hadir di acara wisuda itu, acara yang seharusnya menurut Tiros membuatnya bahagia.

Pada saat itu, ibunya mendekati Tiros sambil meraba-raba wajah anaknya, dan kekasih Tiros bertanya pada Tiros :
“ Siapa perempuan buta itu ? "

Tiros tidak menjawab dan hanya diam membisu. Akhirnya ibu Suti berkata bahwa dia adalah ibunya Tiros, mendengar ibunya berkata
demikian, Tiros akhirnya pulang sebelum acara selesai dan meninggalkan ibunya senidirian.

Setelah acara selesai akhirnya ibu Suti juga pulang kerumah tanpa anaknya Tiros. Namun siapa yang tau kapan ajal akan tiba, ketika hendak menyebrang jalan ibu Suti meninggal dunia.
Hanya tas kecil dan sangat lusuh yang selalu dibawa kemanapun ibu Suti saat berpergian. Betapa terkejutnya Tiros ketika pihak rumah sakit mengabarkan bahwa beberapa menit yang lalu ibunya telah meninggal akibat kecelakaan. Dan
petugas kepolisian memberikan tas yang dibawa ibunya pada saat menghadiri wisuda, Tiros hanya
diam duduk menunggu ibunya yang masih dibersihkan dari sisa-sisa darah yang masih menempel di tubuhnya.

Pada saat menunggu jenazah ibunya, Tiros membuka tas kesayangan ibunya yang lusuh dan
kumal itu. Disana terdapat foto ibunya ketika mengandung Tiros, pada saat Tiros masih bayi,
dan betapa terkejutnya Tiros ketika membaca sepucuk surat yang begitu lusuh yang terdapat didalam tas ibunya.

Tiros membaca surat tersebut, dan didalam surat itu tertulis :

“ Banjarmasin, 12 Oktober 1984, Anaku Tiros yang sangat kucintai, bayi mungilku yang sangat kusayangi, betapa kau sangat berharga dihati ibu nak.
Walaupun kau buta dari lahir tetapi ibu sangat menyayangimu, kaulah anugrah terindah yang ibu miliki. Nak, ini adalah surat terakhir yang ibu tulis, karena besok ibu sudah
tidak bisa lagi menuliskan kata-kata diatas kertas.
Karena besok ibu akan mendonorkan kedua mata ibu untukmu nak, agar kelak kau dapat melihat dan menikmati indahnya dunia, anugrah yang diberikan Tuhan. Nak suatu saat jika ibu sudah tiada dan kau ingin melihat ibu, berkacalah nak, karena dimatamu ada ibu yang selalu menemanimu ”.

Akhirnya tanpa terasa air mata Tiros mengalir dan sudah terlambat bagi dirinya untuk membahagiakan ibunya. Tiros teringat dengan semua perbuatan yang ia lakukan terhadap
ibunya, dia hanya duduk terdiam tersimpuh di depan kaki ibunya yang telah terbujur kaku.

Semua telah terjadi dan kini ibunya telah pergi untuk selama-lamanya.

dalam hal ini mengajarkan betapa besar kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, tanpa mengharapkan balasan. Ibu selalu dengan ikhlas memberikan apapun yang dimilikinya termasuk jiwanya sendiri “.

Bagi anda yang sudah membaca cerita ini, Bahagiakanlah ibumu selagi beiau masih Hidup meskipun ada kekurangan dalam Hidupnya, jangan biar kan Ibu mu meneteskan air Mata karna anda.

Senin, 16 Desember 2013

Agenda Kunjungan Syeikh Hisyam Kabbani Di Indonesia (23 Desember 2013 - 1 Januari 2014)

Alhamdulilah, Indonesia Kembali akan di kunjungi oleh ulama besar. Yaitu Syeikh Hisyam Kabbani.
Beliau akan berada di Indonesia di akhir Desember 2013 Sampai dengan awal tahun 2014.
Berikut jadwal acara beliau di indonesia :




- Senin , 23 Des'13
Penyambutan Syeikh Hisyam di permata hijau.
Jam 4.00 sore wib. Sampai dengan Selesai.
Lokasi ; jl. Limo no 7 Rt 03/05, permata hijau , kebayoran lama, jakarta selatan.


-Selasa, 24 Des'13
Radio Talk Show , Radio Silaturahim jam 1.00 siang sampai 3.00 sore.
AM720KHZ

Lokasi : jl. Masjid Silaturahim no.36 cipete selatan.


Rabu, 25 Des'13
Maulid Nabi Bersama Habib Alwi Ba-Alawy ( Majlis Ahbaburrosul )
Jam 8.00 malam Sampai dengan 11.00 malam
Lokasi : Masjid Raya Perumnas Teluk Jambe , Desa Sukaluyu ,kecamatan teluk jambe timur, Karawang , Jawa Barat.





- Kamis, 26 Des'13
Maulid Nabi Bersama Kh. Amir Hamzah.
Jam 8.00 malam sampai 11.00 malam
Lokasi : pesantren Daarul Ishlah
Jalan Kalibata pulo no 5 Jakarta Selatan.


Jumat, 27 Des'13
Kunjungan ke majelis Asaqofa
Jam 09.00 malam Sampai dengan 11.00 malam.
( Bertemu dengan para ulama dan habaib )


Sabtu, 28 Des'13
CIREBON BERDZIKIR
bersama HABIB SYECH ASSEGAF & ULAMA.
JAM 09.00 MALAM - 11.00 MALAM
LOKASI : ALUN ALUN MASJID AGUNG AT TAQWA CIREBON


-MINGGU, 29 DES'13
ZIARAH MAKAM SUNAN GUNUNG JATI
JAM 10.30 SIANG SAMPAI DENGAN 11.30 SIANG


-SENIN, 30 DES'13
DZIKIR & SUHBA DI MESJID BAITUL IHSAN
JAM 08.00 MALAM SAMPAI 11.00 MALAM
LOKASI : BANK INDONESIA, JL.BUDI KEMULIAAN NO 23 JAKARTA PUSAT


-SELASA,  31 DES'13
MAULID NABI BERSAMA NURUL MUSTHOFA ( PIMPINAN HABIB HASAN ASSEGAF )
JALAN BANGKA RAYA



Jumat, 13 Desember 2013

Alhamdulilah, Film Sang Kiai meraih penghargaan film terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2013

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mengapresiasi capaian film Sang Kiai yang dinobatkan sebagai film terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2013.

Anugerah tersebut sekaligus dinilai sebagai pengakuan atas sejarah yang sempat dilupakan.
"Sebagai warga NU, sebagai Ketua Umum PBNU, jelas saya ikut bangga atas ditetapkannya film Sang Kiai sebagai film terbaik Indonesia 2013," ungkap Kiai Said dalam keterangan persnya kepada detikHOT, Senin (9/12/2013).

Source detik.com

Jumat, 06 Desember 2013

Inilah Para Nabi yang Pernah Ke Mesir

Para Nabi di Mesir

===========
NABI IDRIS: beliau lahir di Manf, Mesir dan diutus di sana.

NABI IBRAHIM: beliau pernah ke Mesir dan menjadikan Sayyidah Hajar sebagai isteri.

Kemudian dari Sayyidah Hajar lahir Nabi Ismail bapak bangsa Arab.

NABI LUTH: beliau ke Mesir menemani pamannya, yaitu Nabi Ibrahim. Kemudian Nabi Luth diutus
kepada kaum Sodom di Yordania.

NABI YUSUF: beliau pernah hidup dan menjadi petinggi negara Mesir.

NABI YA’KUB: beliau dipanggil oleh putranya, yaitu Nabi Yusuf untuk tinggal di Mesir dan wafat setelah memberkati Mesir selama 17 tahun.

NABI MUSA DAN NABI HARUN: sejarah beliau berdua telah dikisahkan secara lengkap dalam al-Quran.

NABI ISA: beliau bersama ibunya, yaitu Sayyidah Maryam lari ke Mesir dari kejaran orang-orang Romawi, dan mendapat perlindungan dari bangsa Mesir.

NABI YUSAK BIN NUN, NABI DANIAL, ARMIA DAN LUQMAN: beliau semuanya dilahirkan di Mesir.

Selain itu, Mesir juga merupakan tempat kelahiran para siddiqin dan kekasih Allah, yaitu mukminin dari pembesar Firaun, Sayyidah Asiyah istri Firaun, Ummu Ishak, Sayyidah Maryam bin Imran, dan Masyithah putri Firaun.

Sumber: majalah al-Azhar edisi Shafar 1435 H.

Senin, 02 Desember 2013

Umat Islam Diimbau Jangan Ikut Pekan Kondom Nasional

Umat Islam Diimbau Tak Ikut Pekan Kondom Nasional

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muhammad Sulton Fatoni, mengkritisi kegiatan Pekan Kondom Nasional yang digagas Kementerian Kesehatan dan dilaksanakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) serta salah satu produsen kondom.

Umat Islam diimbau untuk tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. "Kegiatan itu jelas bertentangan dengan ajaran agama," kata Sulton di Jakarta, Minggu (1/12/2013).

Pekan Kondom Nasional akan dilaksanakan sejak 1 hingga 7 Desember 2013, sebagai rangkaian peringatan Hari AIDS se Dunia di Indonesia.

Sulton menambahkan, kegiatan bagi-bagi kondom secara gratis dengan segala alasan yang diusung Kementerian Kesehatan, sepintas memang terlihat positif. Namun Sulton juga mengingatkan, suatu kegiatan yang tampak baik terkadang menipu jika tidak disertai dengan niat mulia.

"Sosialisasi kondom dengan dalih menyelamatkan masyarakat dari HIV dan AIDS, juga membenci rokok dengan dalih menjaga kesehatan masyarakat. Itu terdengar indah, namun sesungguhnya manipulatif dan tendensius," tambah Sulton.

Sulton mengatakan, Pekan Kondom Nasional akan menambah panjang daftar langkah kontroversi yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan di bawah kepemimpinan Nafsiah Mboi.

Selain menggagas Pekan Kondom Nasional, Menkes sebelumnya disebut menunjukkan kebencian yang demonstratif terhadap rokok, menolak sertifikasi halal terhadap obat-obatan, dan mendukung demonstrasi dokter yang berujung pada banyaknya temuan kerugian oleh masyarakat.

"Cobalah lebih arif dalam mengambil kebijakan, mau mendengar saran, dan bisa bekerja lebih substantif. Kami mencatat, sejak dilantik pada Juni tahun 2012 lalu, apa-apa yang dikerjakan Menkes tak lain hanya sebuah kontroversi," pungkas Sulton. (trk)