Pengikut

Minggu, 12 Juli 2015

Khazanah Ramadhan Di Kota Seribu Wali


Oleh : Imam Abdullah El-Rashied
Mahasiswa Fakultas Ilmu Syariah di Imam Shafie College, Hadramaut - Yaman.


Tepat pada Ramadhan 1436 H / 2015, Alhamdulillah saya dan sebagian besar teman kuliah saya baik yang berasal dari Indonesia maupun Saudi mendapat kesempatan mengisi waktu libur Kuliah di Kota Tarim, Kota yang terkenal dengan Kota Seribu Wali. Tak lain karena dari Kota ini terlahir ribuan Wali, bahkan tercatat di Pemakaman Zanbal, Furaith dan Akdar telah terpendam 10.000 jasad Wali dan 80 Wali Qutub (Puncak derajat kewaliaan/Pimpinan Para Wali).
Luas Kota Tarim tak ubahnya luas satu Kecamatan yang ada di Indonesia. Walaupun terbilang sangat kecil, Kota ini setidaknya memiliki sekitar 367 Masjid. Jarak dari Masjid ke Masjid hanya beberapa puluh meter saja bahkan ada yang cuma 5 M bahkan ada pula yang berdempetan satu sama lain. Jadi, kalau dalam satu hari kita Salat di satu Masjid, maka selama satu tahun penuh kita akan Salat di Masjid yang berbeda-beda dengan sajian Arsitektur yang berbeda pula.
Nah, menjelang memasuki Bulan Suci Ramadhan, warga Tarim kerap mengadakan Pengajian untuk Tarhib/menyambut kedatangan Tamu Agung yaitu Bulan Ramadhan. Ketika sudah memasuki Ramadhan maka keadaan di Tarim secara khusus dan Yaman secara umum berubah 180°, di mana siang menjadi malam dan malam menjadi siang. Di mana aktifitas jual-beli dan transaksi lainnya biasa dilaksanakan pada malam hari sampai menjelang terbitnya Fajar. Pasar dan Aneka Toko, baik Toko Sembako, Sandang dan Papan, Buku dll semuanya buka di malam hari, hanya sedikit saja yang bisa kita jumpai di siang hari khususnya selepas Salat Shubuh sampai Dzuhur karena pada waktu ini adalah waktunya orang-orang beristirahat (tidur) tak terkecuali kami para Pelajar dari Indonesia yang turut menjadi bagian dari Keluarga Besar Masyarakat Kota Tarim.
Ada hal yang membedakan Kota Tarim dengan semua Kota Islam yang ada di belahan Bumi manapun. Kota dengan jumlah Masjid terbanyak ini (jika ditinjau dari Luas Daerah dan kepadatan penduduk serta bangunannya) tak seperti Kota lainnya dalam hal pelaksanaan Salat Tarawih. Biasanya, pelaksanaan Salat Tarawih itu dilaksanakan secara serentak sekitar pkl. 19.30 atau pkl. 20.00 waktu setempat, tapi beda halnya dengan Kota Tarim di mana pelaksanaaan Salat Tarawih tiap Masjid berbeda dan terbentang mulai dari masuknya waktu Salat Isya' sampai setengah jam menjelang masuknya waktu Salat Shubuh.
Ambil saja contoh, Masjid Jamal Al-Lail, Masjid Sahl, dan Masjid Al-Birr misalnya, konsisten menggelar Salat Tarawih pkl. 21.00 sampai 22.00 waktu setempat. Masjid Ba'alawy dimulai pkl. 23.00. Disusul berikutnya oleh Masjid Al-Muhdhar pada pkl. 00.30. Sedangkan Masjid Jami’ Tarim, yang merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat, baru memulainya pada pkl. 01.30 dan berakhir pkl. 02.30.
Jadi, dalam semalam seseorang bisa melakukan Salat Tarawih sampai 100 rakaat kalau ia mau dan mampu, karena Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah membatasi jumlah bilangan rakaat Tarawih. Hanya saja sejak masa Khalifah Umar Bin Khattab sampai pada masa para Imam Madzhab, Tarawih dengan berjama'ah di Masjid dilakukan dengan bilangan 20 rakaat dan ini yang berlangsung pula di Masjidil Haram dari masa Sahabat sampai sekarang, sedangkan di Madinah dilakukan sebanyak 36 atau 46 rakaat ditambah 3 rakaat Witir dan inilah Madhazbnya Imam Malik. Sedangkan Habib Umar Hafiz sendiri mengambil 3 jadwal Salat Tarawih atau 60 rakaat. Dan kami, Mahasiswa Fakultas Ilmu Syariah Imam Shafie College hanya mengambil jadwal Tarawih di Masjid Ba'alawy saja.
Masa puasa di Kota Tarim dimulai dari pkl. 03.50 sampai pkl. 18.22 atau sekitar 14 jam setengah. Sedangkan cuaca di Kota Tarim begitu juga di Kota-Kota sepanjang bentangan Jazirah Arab semuanya sedang dalam Suhu yang sangat panas, ditambah lagi pada Ramadhan tahun ini karena efek perang kemarin mengakibatkan pasokan minyak untuk Bidang Kelistrikan menurun sehingga berdampak pada pemadaman listrik berkala setiap harinya baik siang maupun malam.
Untuk buka puasa sendiri, biasanya kami hanya menyantap Kue Sambosa, Bahomri, Kentang Goreng dan jenis-jenis gorengan lainnya yang ditemani oleh segelas 'Ashir (Juz/Sirup). Untuk makan malamnya biasanya menjelang Salat Tarawih atau setelah Salat Tarawih. Dan, untuk Kota Tarim sendiri ada kebiasaan buka bersama yang diadakan oleh keluarga besar di masing-masing kampung dengan jadwal berbeda di tiap kampungnya.
Untuk kajian Keilmuan, karena Kota ini adalah Kota Peradabaan Islam sebagaimana dinobatkan oleh UNESCO tahun 2010 lalu, maka ketika memasuki Ramadhan kajian Ilmiyah setiap Ba'da Ashar (Rauhah) digelar di hampir semua Masjid di Kota Tarim. Begitu juga kami Mahasiswa yang sedang berlibur di Kota Tarim ini dan bertempat di salah satu Rumah seorang Syeikh yang mengajar di Kuliahan kami tak libur dari kajian keilmuan. Dari tanggal 1 sampai 20 Ramadhan setiap harinya kami mengaji 3 sampai 4 mata pelajaran, tak jarang pula ada pelajaran tambahan setelah Salat Tarawih sampai menjelang waktu Sahur. Di sisi lain setiap selepas Salat Shubuh sampai waktu Isyraq (terbitnya Matahari sampai setinggi ujung tombak) kami membuat Halaqah Tahzib, yaitu membaca Al-Qur'an dengan jumlah 5-7 orang secara bergantian, dengan satu orang satu halaman tak ubahnya Tadarus yang ada di Indonesia.
Ada kegiatan yang juga menjadi ciri khas Kota Tarim, yaitu Khataman Al-Qur'an. Seperti halnya Salat Tarawih, untuk Khataman Al-Qur'an setiap Masjid juga mempunyai jadwal tersendiri. Seperti Mushalla Ahlul Kisa' di Darul Musthofa biasa mengadakan Khataman setiap malam ke-17 bulan Ramadan. Begitu juga tempat Khataman Al-Qur'an yang tak kalah meriahnya adalah Masjid As-Segaf yaitu pada tanggal 25 Ramadan, Masjid Ba'Alawi pada tanggal 27 dan Masjid Al-Muhdhar pada tanggal 29 Ramadan. Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh penduduk Tarim saja, akan tapi banyak juga yang dari luar kota. Bahkan di antara mereka rela datang beberapa jam sebelumnya untuk bisa duduk di dalam masjid. Selain Masjid tersebut di atas, masih banyak lagi Masjid-Masjid yang melakukan acara serupa.
Selain itu, setiap malam 17 Ramadhan kebanyakan Habaib dan Masyayikh di Tarim pada khususnya dan Yaman pada umumnya biasa membaca Qashidah Badariyah, yaitu sebuah Qashidah yang berisi tentang kejadian dan pujian terhadap Ahli Badar. Qashidah ini dibaca setelah Salat Tarawih dan hanya berdurasi sekitar setengah jam. Pada malam 17 Ramadhan kemaren kami membacanya mulai dari pkl. 00.30 - 01.00 dini hari setelah pulang dari Masjid Ba'Alawy.
Sekian yang bisa saya sampaikan tentang Khazanah Ramadhan di Kota Tarim yang saya ketahui dan saya alami langsung. Semoga Ramadhan ini segala Amal Ibadah kita diterima oleh Allah SWT, dan semoga kita bisa meningkatkan Amal dan Ketaqwaan kita serta dianugerahi malam Lailatul Qadar, Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin.

Jumat, 05 Desember 2014

Inilah ENAM PERKARA SUMBER KEKUFURAN

ENAM PERKARA SUMBER KEKUFURAN

By Thobary Syadzily

ENAM PERKARA SUMBER KEKUFURAN
=================================

Ada enam perkara yang dapat menyebabkan timbulnya sumber kekufuran (lihat kitab “Hasyiah ad-Dasuqi ‘ala Ummil Barahin, karya Syeikh Muhammad bin Ahmad bin ‘Arafat ad-Dasuqi, halaman 292-294, cetakan “Darul Kutub al-‘Ilmiyyah’, Beirut – Libanon), yaitu:
1. Al-Ijabudz Dzati (الايجاب الذاتي),
2. At-Tahsinul ‘Aqli (التحسين العقلي),
3. At-Taqlidur Radi (التقليد الردئ), 
4. Ar-Rabtul ‘Adi (الربط العادي),
5. Al-Jahlul Murakkab (الجهل المركب), dan
6. At-Tamassuk fi Ushulil ‘Aqaid bi Mujarradi Zhahiril Kitab was Sunnah (التمسك فى أصول العقائد بمجرد ظواهر الكتاب والسنة ).

1. Al-Ijabudz Dzati (الايجاب الذاتي).
---------------------------------------
Inilah yang menyebabkan timbulnya kekufuran yang dilakukan oleh para filosuf, di mana mereka beranggapan bahwa Dzat Yang Maha Tinggi sebagai pelaku sesuai dengan hukum Al-Ijabudz Dzati, yakni Dzat Allah merupakan suatu alasan (‘illat) bagi terjadinya sesuatu yang mungkin yang disandarkan kepada-Nya (berdasarkan pada tabiat atau karakter-Nya) tanpa ikhtiar-Nya (keinginan-Nya sendiri). Kemudian, mereka menolak sifat Qudrat, Iradat, dan semua sifat-sifat Allah yang lainnya. Maha Tinggi nan Agung Allah dari ucapan mereka. Mereka pun beranggapan bahwa alam ini qadim (dahulu) dan menolak dalil atau alasan yang qath’I (postulat) yang menunjukkan barunya alam. Dan tidak samar (sudah jelas) lagi jika engkau menyatakan dengan uraian terdahulu tentang wajib barunya alam dan wajib sifat Qidam (Maha Dahulu) dan Baqa (Maha Kekal) bagi Allah ‘azza wa jalla, maka secara pasti engkau dapat mengetahui bahwa adanya alam adalah murni dengan ikhtiar-Nya (keinginan-Nya sendiri), bukan dengan ijab (wajib dzati) dan ta’lil (sebab dan akibat). Seandainya adanya alam bukan dengan murni ikhtiar Allah, maka alam itu qadim atau penciptanya bersifat baru, karena beriringan wajibnya hubungan antara sebab dan akibat. Sedangkan yang seperti ini sudah barangtentu mustahil bagi Allah.

2. At-Tahsinul ‘Aqli (التحسين العقلي).
----------------------------------------
Inilah yang menyebabkan sumber kekufuran yang dilakukan oleh kaum Barahimah dari kelompok para filosuf, sehingga mereka menolak kenabian. Juga, sumber kesesatan yang dilakukan oleh kaum Mu’tazilah yang menyatakan wajib bagi Allah menciptakan yang baik dan yang lebih baik untuk makhluk-Nya. Mereka membuat alasan bahwa segala bentuk ciptaan dan hukum Allah mempunyai tujuan tertentu yang mendorong-Nya untuk menciptakan atau menetapkan suatu hukum. Mereka menjadikan hanya akal semata, bukan syara’, sebagai lantaran untuk mengetahui hukum-hukum Allah. Dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat menyebabkan kesesatan-kesesatan yang dilakukan kaum Mu’tazilah. 

3. At-Taqlidur Radi (التقليد الردئ).
--------------------------------------
At-Taqlidur Radi adalah taklid dan fanatisme yang berlebihan yang menyebabkan timbulnya sumber kekufuran yang dilakukan para penyembah berhala dan selainnya yang mengatakan:

إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ ءَاثَارِهِم مُّقْتَدُونَ

Artinya
---------
“Sesungguhnya kami mendapati bapak- bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah para pengikut jejak-jejak mereka.” Q.S. Az-Zukhruf {43}: 23.

Ulama ahli hakekat berkata di dalam menjelaskan ayat di atas bahwa taklid tidaklah memadai dalam masalah akidah iman. Begitupula sebagian guru-guru kami berkata: “Tidak ada perbedaan antara muqallid (orang yang taklid) yang dibimbing dan binatang yang dituntun.” 

4. Ar-Rabtul ‘Adi (الربط العادي).
-----------------------------------
Ar-Rabtul ‘Adi adalah sumber kekufuran yang dilakukan oleh para pakar fisika dan orang-orang yang mengikuti pikiran mereka dari kalangan orang-orang beriman yang bodoh. Mereka menetapkan hubungan makan dengan kenyang, rasa segar (hilangnya rasa haus) dengan minum, tertutupnya aurat dengan pakaian, terangnya bumi dengan matahari, dan sebagainya. Mereka memahami dengan kebodohan mereka bahwa segala sesuatu adalah yang dapat memberikan bekas (mu’tsirah), yang dihubungkan pada adanya perkara beserta sesuatu itu, baik melalui karakter sesuatu itu, maupun kekuatan yang ditempatkan Allah di dalam sesuatu itu (seperti gula memberikan rasa manis. Jadi, rasa manisnya gula dibuat oleh dzat gula, bukan diciptakan oleh Dzat Allah SWT).
Adapun Ahlussunnah wal Jama’ah, semoga Allah ta’ala meridhoi mereka, Allah ta’ala menerangi pandangan-pandangan mereka sehingga mereka tidak terkena fitnah dengan sesuatu yang terjadi di alam. Mereka disingkapkan dengan berbagai hakekat atas sesuatu apa adanya di dalam esensi sesuatu itu. Inilah mukasyafah (tersingkap hakekat kebenaran) yang diberikan khusus oleh Allah kepada para wali-Nya, sehingga mereka selamat (terhindar) dari bencana-bencana kekufuran dan bid’ah di dalam pokok-pokok aqidah. Adapun tersingkapnya sesuatu selain itu tidak dihiraukan oleh orang-orang yang telah memperoleh taufik Allah.

5. Al-Jahlul Murakkab (الجهل المركب).
-------------------------------------------
Al-Jahlul Murakkab adalah kebodohan yang menimpa bencana mayoritas umat manusia. Engkau akan menemukan mereka di mana mereka mengi’tiqadkan atau meyakinkan sesuatu bertentangan dengan fakta yang sebenarnya. Itulah suatu kebodohan. Kemudian, mereka tidak tahu (bodoh) bahwa diri mereka bodoh. Itulah kebodohan yang lain. Olehkarena itu, kebodohan tersebut dinamakan “Jahlun Murakkab”, seperti keyakinan para filosuf yang mengatakan bahwa benda-benda runag angkasa dapat memberikan bekas (pengaruh) bagi kehidupan manusia. Dan, mereka mengi’tiqadkan (meyakinkan) bahwa alam ini qadim (dahulu). Inilah kebodohan yang sangat besar, namun mereka tidak menyadari dengan kebodohan mereka sendiri. Firman Allah ta’ala:

وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْكَاذِبُونَ 

Artinya
---------
“Dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.” Q.S. Al-Mujadalah {58}: 18.

6. At-Tamassuk fi Ushulil ‘Aqaid bi Mujarradi Zhahiril Kitab was Sunnah (التمسك فى أصول العقائد بمجرد ظواهر الكتاب والسنة ) 
Yakni: Di dalam pokok-pokok aqidah hanya berpedoman pada kemurnian dari tekstual Al-Qur’an dan Al-Hadits tanpa mempergunakan pandangan akal yang sehat (tanpa ta’wil ijmali dan ta’wil tafshli). Inilah sumber kesesatan yang dilakukan oleh kaum Hasywiah. Mereka mengi’tiqadkan bahwa Allah serupa dengan makhluk (tasybih), Allah berjisim atau berbentuk seperti jisimnya makhluk, dan Allah bertempat di suatu arah (seperti Allah bersemayam di atas ‘arasy). Mereka berkeyakinan begitu, karena mengamalkan secara tekstual firman Allah ta’ala sebagai berikut:

1. Firman Allah ta’ala dalam Surat Thaha {20} ayat 5:

ٱلرَّحْمَـٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ ٱسْتَوَىٰ

Artinya:
---------
“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy.” Q.S. Thaahaa {20}: 5.

2. Firman Allah ta’ala dalam Surat Al-Mulk {67}ayat16:

ءَأَمِنتُمْ مَّن فِي ٱلسَّمَآءِ

Artinya:
---------
“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit.” Ql-Mulk {67}: 16. 

3. Firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Shaad {38} ayat 75:

لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَي 

Artinya:
---------
“ …… kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.”

Firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran {3}: 7 yang berbunyi:

{ هُوَ ٱلَّذِيۤ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ في قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَاءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ ٱللَّهُ وَٱلرَّاسِخُونَ فِي ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ ٱلأَلْبَابِ }

Artinya:
---------
“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.”

اللهم اكتبنا فى زمرة أوليائك الناجيىن من كل فتنة دنيا وأخرى يا أرحم الراحمين

Artinya:
---------
“Ya, Allah jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang selamat dari segala fitnah, baik fitnah di dunia maupun fitnah di akhirat. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

{ Kitab “Hasyiah ad-Dasuqi ‘ala Ummil Barahin, karya Syeikh Muhammad bin Ahmad ‘Arafat ad-Dasuqi (wafat 1230 H.), halaman 292-294, cetakan “Darul Kutub al-‘Ilmiyyah’, Beirut – Libanon}.

RABU PUKUL 10:56 AM · 6 FOTO · PUBLIK

Senin, 29 September 2014

Alasan Satu Waktu Ketika Imam Syafi’i Meninggalkan Qunut Shubuh

Siapa tak kenal Imam Syafi’i? Bapak ushul fiqih ini tak hanya tenar karena kepakarannya di bidang hukum Islam.
Sejumlah ulama menilai, Imam Syafi’i juga layak dianggap pelopor disiplin keislaman lainnya, seperti ilmu tafsir dan musthalah hadits.
 Terlahir dengan nama Muhammad ibn Idris, Imam Syafi’i tumbuh sebagai pribadi yang cerdas dan kritis. Memang ia sangat memuliakan dan mengagumi guru-gurunya.
Namun, proses pencarian kebenaran yang gigih membawanya ke panggung ijtihad yang mandiri. Imam Syafi’i sukses membangun mazhabnya sendiri, terutama fiqih. Tak pelak, Imam Syaf’i pun berbeda pandangan dengan para pendiri mazhab fiqih lain, baik gurunya sendiri, Imam Malik; pendahulunya, Imam Hanafi; ataupun muridnya, Imam Hambali.
 Soal qunut misalnya. Imam Hanafi dan Imam Hambali tegas bahwa qunut tak sunnah pada sembahyang shubuh, kecuali pada sembahyang witir. “Dalam sembahyang shubuh, Nabi melaksanakan qunut hanya selama satu bulan. Setelah itu tidak,” dalihnya.

 Imam Syafi’i menolak pendapat ini. Dengan dalil yang tak kalah kuat, ia meyakini qunut shubuh juga berstatus sunnah. Sebagai ulama yang konsekuen, Imam Syafi’i tak putus membaca qunut shubuh sepanjang hidupnya. Selalu. Kecuali pada suatu hari yang aneh.


 Ya, saat itu Imam Syafi’i meninggalkan qunut shubuh. 
Perilaku ganjil yang sepintas tampak mengkhianati buah pikirannya sendiri ini terjadi di Baghdad, Iraq. Persisnya, di dekat sebuah makam.

 Mengapa? 

 Ternyata Imam Syafi’i sedang menaruh hormat yang tinggi kepada ilmu dan jerih payah pemikiran ulama lain, kendatipun berseberangan dengan pahamnya. Karena di tanah makam di sekitar tempat ia sembahyang itu telah bersemayam jasad mujtahid agung,
 Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit alias Imam Hanafi. (Mahbib Khoiron)

Senin, 08 September 2014

Terjemahan Bahasa Indonesia Hadits Arbain

ARBAIN NAWAWI 
Karya: Asy-Syaikh Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husein bin Jam'ah Al-Haazi Muhyiddin Abu Zakariya An-Nawawi

sumber: Pondok Pesantren al-Itqon 

Contents

 [hide

Hadis Pertama

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata:
Saya mendengar Rasulullah  bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan( ) tergantung niatnya( ).
Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan.
Siapa yang hijrahnya ( ) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya.
Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang)

Hadis Kedua

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah  suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya.
Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah  ) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan.
Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“.
Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” .
Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar.
Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)

Hadis Ketiga

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Alh- Khottob radiallahuanhuma dia berkata :
Saya mendengar Rasulullah  bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim)

Hadis Keempat

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata :
Rasulullah menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.
Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka.
sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).

Hadis Kelima

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah  bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya 1, maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim),
Dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak).
1 Yang dimaksud adalah, perbuatan-perbuatan yang dinilai ibadah tetapi tidak bersumber dari ajaran Islam dan tidak memiliki landasan yang jelas, atau yang lebih dikenal dengan istilah bid’ah.

Hadis Keenam

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah  bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak.
Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya.
Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Hadis Ketujuh

Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah  bersabda : Agama adalah nasehat ) ), kami berkata : Kepada siapa ? beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya ). (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Hadis Kedelapan

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah  bersabda : Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Hadis Kesembilan

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah  bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka. (Bukhori dan Muslim)

Hadis Kesepuluh

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah  bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Ya Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan. (Riwayat Muslim).

Hadis Kesebelas

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah  dan kesayangannya  dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah  (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. (Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh)

Hadis Kedua Belas

Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah  bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya . (Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)

Hadis Ketiga Belas

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah  dari Rasulullah , beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Hadis Keempat Belas

Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu dia berkata : Rasulullah  bersabda : Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah  ) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab : Orang tua yang berzina, membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Hadis Kelima Belas

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah  bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Hadis Keenam Belas

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah ) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah. (Riwayat Bukhori )

Hadis Ketujuh Belas

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu . Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya. (Riwayat Muslim)

Hadis Kedelapan Belas

Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah saw beliau bersabda : Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “ (Riwayat Turmuzi, dia berkata haditsnya hasan, pada sebagian cetakan dikatakan hasan shahih).

Hadis Kesembilan Belas

Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah ), niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu ). Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering ) .

Hadis Keduapuluh

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah : Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka . (Riwayat Bukhori)

Hadis Keduapuluh Satu

Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguhlah . (Riwayat Muslim).

Hadis Keduapuluh dua

Dari Abu Abdullah, Jabir bin Abdullah Al Anshary radhiallahuanhuma : Seseorang bertanya kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, seraya berkata : Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, Menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram1) dan saya tidak tambah sedikitpun, apakah saya akan masuk surga ?. Beliau bersabda : Ya. (Riwayat Muslim)

Hadis Keduapuluh Tiga

Dari Abu Malik Al Haritsy bin ‘Ashim Al ‘Asy’ary radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Bersuci sebagian dari iman, Al Hamdulillah dapat memenuhi timbangan ), Subhanallah dan Al Hamdulillah dapat memenuhi antara langit dan bumi, Sholat adalah cahaya ), shadaqah adalah bukti ), Al Quran dapat menjadi saksi yang meringankanmu atau yang memberatkanmu. Semua manusia berangkat menjual dirinya ), ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan dirinya . (Riwayat Muslim).

Hadis Keduapuluh empat

Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman ): Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) diantara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hambaku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hambaku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hamba-Ku kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni. Wahai hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada-Ku. Wahai hambaku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa diantara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun . Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin diantara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka diantara kalian, niscaya hal itu mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir semunya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikaan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah ada yang dicela kecuali dirinya. (Riwayat Muslim)

Hadis Keduapuluh Lima

Dari Abu Dzar radhiallahuanhu : Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam ) berkata kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam: “ Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya). (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda : Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah ? : Sesungguhnya setiap tashbih ) merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian ) merupakan sedekah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya ?, beliau bersabda : Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya dosa ?, demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala. (Riwayat Muslim)

Hadis Keduapuluh Enam

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraanya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Hadis Keduapuluh Tujuh

Dari Nawwas bin Sam’an radhiallahuanhu , dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia “ Riwayat Muslim. Dan dari Wabishah bin Ma’bad radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah saw, lalu beliau bersabda : Engkau datang untuk menanyakan kebaikan ?, saya menjwab : Ya. Beliau bersabda : Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya. (Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan)

Hadis Keduapuluh Delapan

Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Maka kami berkata : Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena diantara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat “ (Riwayat Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)

Hadis Keduapuluh Sembilan

Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu syurga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”. Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk). Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka . (Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shaheh).

Hadis Ketigapuluh

Dari Abi Tsa’labah Al Khusyani Jurtsum bin Nasyir radhiallahuanhu, dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dia berkata : Sesungguhnya Allah ta’ala telah menetapkan kewajiban-kewajiban, maka janganlah kalian mengabaikannya, dan telah menetapkan batasan-batasannya janganlah kalian melampauinya, Dia telah mengharamkan segala sesuatu, maka janganlah kalian melanggarnya, Dia mendiamkan sesuatu sebagai kasih sayang buat kalian dan bukan karena lupa jangan kalian mencari-cari tentangnya . (Hadits hasan riwayat Daruquthni dan lainnya).

Hadis Ketigapuluh Satu

Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahuanhu dia berkata : Seseorang mendatangi Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berkata : Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia. (Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan) .

Hadis Ketigapuluh Dua

Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Sinan Al Khudri radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : “ Tidak boleh melakukan perbuatan(mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain “ (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Daruqutni serta selainnya dengan snad yang bersambung, juga diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Muwattho’ secara mursal dari Amr bin Yahya dari bapaknya dari Rasulul-lah saw, dia tidak menyebutkan Abu Sa’id. Akan tetapi dia memiliki jalan-jalan yang menguatkan sebagiannya atas sebagian yang lain).

Hadis Ketigapuluh Tiga

Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, sesungguhnya Rasulullah saw : Seandainya setiap pengaduan manusia diterima, niscaya setiap orang akan mengadukan harta suatu kaum dan darah mereka, karena itu (agar tidak terjadi hal tersebut) maka bagi pendakwa agar mendatangkn bukti dan sumpah bagi yang mengingkarinya“ . (Hadits hasan riwayat Baihaqi dan lainnya yang sebagiannya terdapat dalam As Shahihain).

Hadis Ketigapuluh Empat

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (Riwayat Muslim)

Hadis Ketigapuluh Lima

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. . Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali-). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim . Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya dan kehormatannya “ (Riwayat Muslim)

Hadis Ketigapuluh Enam

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah saw bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.

Hadis Ketigapuluh Tujuh

Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah saw sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi : Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut : Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan. (Riwayat Bukhori dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini).

Hadis Ketigapuluh Delapan

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata : Rasulullah saw bersabda : Sesungguhya Allah ta’ala berfirman : Siapa yang memusuhi waliku maka Aku telah mengumumkan perang dengannya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih aku cintai kecuali dengan beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hambaku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah diluar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya dan jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya akan aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi “ Riwayat Bukhori.

Hadis Ketigapuluh Sembilan

Dari Ibnu Abbas radiallahuanhuma : Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala memafkan umatku karena aku (disebabkan beberapa hal) : Kesalahan, lupa dan segala sesuatu yang dipaksa “ (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi dan lainnya)

Hadis Keempatpuluh

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah saw memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “ (Riwayat Bukhori)